02 February 2023
2 menit baca

Investasi Otonom: Pengertian dan Contoh Lengkap

2 menit baca

 

Investasi otonom adalah salah satu investasi khusus yang hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Biasanya, investasi ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas ekonomi negara dan masyarakat yang berfokus pada pada sektor pembangunan. Investasi jenis ini membutuhkan modal yang sangat besar dan manfaatnya tidak langsung terasa.

 

Pengertian Investasi Otonom 

 

Investasi otonom (autonomous investment) adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh perubahan tingkat pendapatan, output, laba, dan penjualan. Pada dasarnya, investasi ini diaplikasikan dalam layanan utilitas publik seperti pos, transportasi, komunikasi, infrastruktur, dan lain sebagainya.

 

Investasi ini kebanyakan dilakukan oleh pemerintah, mengingat objek dari investasi ini sebagian besar tidak bergantung pada keputusan untung atau rugi. Menariknya, investasi ini bertujuan bukan pertama-tama memperhatikan tingkat pertumbuhan ekonominya atau prospek masa depan untuk menghasilkan keuntungan yang baik, tetapi dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat permintaan efektif pada saat depresi dan pengangguran.

 

Fungsi Investasi Otonom 

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Investasi otonom adalah investasi yang diperuntukan untuk kesejahteraan sosial baik untuk masyarakat atau negara. 

 

Untuk bisa mendukung investasi pemerintah agar bisa maksimal dalam memberikan hasil yang diinginkan, masyarakat bisa melakukannya dengan tidak lupa untuk membayar pajak, menjaga fasilitas publik yang ada dan mendukung program pemerintah lainnya. Semua ini bisa berdampak langsung kepada investasi itu sendiri.

 

Rumus Investasi Otonom 

 

Menurut Keynes, investasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni investasi otonom dan investasi terinduksi. Bisa dikatakan, investasi yang otonom adalah pengungkit awal. Investasi ini meningkatkan tingkat permintaan agregat yang mampu mendongkrak tingkat pekerjaan dan pendapatan.

 

Istilah investasi yang otonom kontras dengan investasi terinduksi, yang dimotivasi oleh laba. Misalnya, selama ekspansi ekonomi, permintaan barang dan jasa meningkat. Peristiwa Ini mendorong bisnis untuk membeli mesin baru demi meningkatkan kapasitas produksi. 

 

Bisnis mengharapkan peningkatan output dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan. Dengan demikian, investasi terinduksi akan cenderung fluktuatif karena mereka merespon perubahan permintaan output.

 

Untuk memahami kedua konsep ini, bisa ditulis fungsi investasi sebagai berikut:

 

I = c + bY

 

Di mana:

 

I = Pengeluaran investasi

Y = Pendapatan (atau output, diwakili oleh PDB riil)

c = Intersep

b = Kemiringan

 

Dari persamaan, intersep mewakili investasi pemerintah, sedangkan kemiringan menunjukkan besaran efek investasi terinduksi terhadap output. Jika pendapatan nol, pengeluaran investasi sama dengan investasi yang otonom.

 

Baca Juga: Tips Investasi untuk Pemula Supaya Tidak Salah Langkah

 

Contoh Investasi yang Otonom

 

Ada berbagai macam investasi yang disediakan pemerintah. Kebanyakan merupakan fasilitas publik yang menjadi hajat hidup orang banyak. Hal itu tak lepas dari aksi pemerintah dalam memeratakan perekonomian rakyat. Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Jalan raya
  • Bendungan
  • Jembatan
  • Irigasi
  • Fasilitas public
  • Dan proyek pembangunan milik pemerintah lainnya

 

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa investasi yang otonom adalah investasi yang diperuntukan untuk kesejahteraan sosial baik untuk masyarakat atau negara. 

 

Agar bisa maksimal dalam memberikan hasil yang diinginkan, Anda bisa mendukung investasi tersebut dengan cara sederhana, yakni tidak lupa membayar pajak, menjaga seluruh fasilitas milik publik, serta mendukung aneka program pemerintah yang bisa berdampak pada investasi otonom itu sendiri.

2640 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
644 Suka