31 December 2023
3 menit baca

Crowdlending vs Crowdfunding, Mana yang Lebih Menguntungkan?

3 menit baca

crowdlending crowdfunding

 

Bagi banyak orang, istilah “crowdlending” dan “crowdfunding” mungkin terdengar asing. Kedua konsep dalam ranah ekonomi ini sering kali menimbulkan kebingungan karena namanya hampir mirip, yakni melibatkan pengumpulan dana dari banyak orang atau “crowd“. Meskipun begitu, terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya yang perlu kita pahami. Berikut perbedaan crowdlending dan crowdfunding serta mana skema yang paling bagus!

 

Pengertian Crowdlending

 

Crowdlending adalah bentuk pendanaan kolaboratif di mana individu atau bisnis dapat meminjam dan meminjamkan uang secara langsung tanpa melibatkan lembaga keuangan tradisional. 

 

Model ini melibatkan platform online yang menghubungkan peminjam dengan para pemberi pinjaman. Peminjam mengajukan pinjaman, dan jika disetujui, pinjaman tersebut diumumkan kepada para pemberi pinjaman yang dapat memberikan dana sesuai dengan kebijakan platform.

 

Secara sederhana, crowdlending memungkinkan individu atau bisnis untuk mendapatkan pinjaman langsung dari masyarakat tanpa melibatkan perantara bank atau lembaga keuangan lainnya. Melalui proses ini, crowdlending membuka akses lebih luas terhadap pendanaan dan memberikan alternatif yang cepat dan efisien dalam mendapatkan pinjaman.

 

Baca Juga: 7 Tips Investasi di P2P Lending, Terjamin Aman dan Cuan!

 

Pengertian Crowdfunding

 

Crowdfunding adalah model pendanaan kolaboratif di mana sekelompok orang, yang disebut sebagai “crowd“, berkontribusi dengan memberikan dana untuk mendukung suatu proyek atau inisiatif. 

 

Pendanaan ini dapat mencakup berbagai jenis proyek, mulai dari seni dan kreativitas hingga bisnis startup. Platform securities crowdfunding menyediakan wadah bagi pencipta proyek untuk mempresentasikan ide mereka, sementara kontributor dapat memberikan dukungan finansial sebagai bentuk donasi atau investasi.

 

Terdapat beberapa jenis crowdfunding, termasuk social crowdfunding yang bertujuan untuk kepentingan sosial dan equity crowdfunding yang melibatkan pertukaran saham atau kepemilikan bisnis sebagai imbalan atas dukungan finansial. 

 

Dengan memanfaatkan kekuatan kolektif masyarakat, crowdfunding memberikan peluang bagi individu dan bisnis kecil untuk mengumpulkan dana tanpa melibatkan lembaga keuangan tradisional.

 

Baca Juga: Apa itu Crowdfunding, Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

 

Perbedaan Crowdlending dan Crowdfunding

 

Crowdlending dan crowdfunding, dua konsep dalam dunia pendanaan kolaboratif, sering kali disamakan oleh banyak orang karena keduanya melibatkan pengumpulan dana dari banyak orang atau “crowd“. Namun, di balik kesamaan tersebut, terdapat perbedaan mendasar antara crowdlending dan crowdfunding yang perlu dipahami.

 

  • Tujuan Pendanaan

Dalam crowdlending, peminjam mengumpulkan dana dalam bentuk pinjaman untuk keperluan bisnis atau proyek tertentu. Para pemberi pinjaman mengharapkan pengembalian modal dengan tingkat bunga yang disepakati.

 

Sementara itu dalam crowdfunding, pendukung proyek memberikan dukungan finansial tanpa ekspektasi pengembalian modal yang diatur. Dana dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk proyek seni, pengembangan produk, atau penyelenggaraan acara.

 

Baca Juga: Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya

 

  • Sifat Transaksi

Crowdlending melibatkan transaksi pinjaman uang antara peminjam dan para pemberi pinjaman. Terdapat perjanjian tertulis yang menetapkan jumlah pinjaman, tingkat bunga, dan jangka waktu pembayaran.

 

Di sisi lain, crowdfunding melibatkan transaksi dukungan finansial tanpa kontrak pinjaman formal. Pendukung memberikan dana dalam bentuk donasi atau investasi tanpa harapan pengembalian modal.

 

  • Partisipan dalam Transaksi

Crowdlending melibatkan peminjam yang mencari dana dan para pemberi pinjaman yang bersedia memberikan pinjaman. Peminjam memiliki kewajiban untuk mengembalikan pinjaman sesuai dengan syarat yang disepakati.

 

Sementara itu, crowdfunding melibatkan pencipta proyek atau ide yang mencari dukungan finansial dan pendukung yang memberikan dana. Pendukung tidak memiliki ekspektasi kepemilikan atau pengembalian modal.

 

  • Keuntungan untuk Pemberi Dana

Dalam crowdlending, pemberi pinjaman mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam selama jangka waktu pinjaman. Tingkat risiko dan imbal hasil terkait dengan kemampuan peminjam untuk mengembalikan pinjaman.

 

Sementara itu dalam crowdfunding, pendukung proyek dapat menerima imbalan non-finansial seperti produk atau penghargaan tergantung pada jenis crowdfunding, tetapi umumnya tidak mengharapkan pengembalian modal finansial.

 

Baca Juga: Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya

 

Crowdlending vs Crowdfunding, Mana yang Lebih Menguntungkan?

 

Pertanyaan mengenai apakah crowdlending atau crowdfunding lebih menguntungkan dapat bervariasi tergantung pada tujuan dan preferensi finansial masing-masing individu.

 

Crowdlending menawarkan pengembalian yang terjamin dengan risiko yang lebih terkendali melalui perjanjian formal dan jaminan keamanan. Meskipun imbal hasil tidak sebesar investasi saham, crowdlending dapat memberikan imbal hasil yang lebih stabil. 

 

Di sisi lain, crowdfunding, terutama equity crowdfunding, menawarkan potensi pengembalian yang tinggi jika proyek atau bisnis yang didukung sukses. Melalui crowdfunding, Anda juga dapat merasakan kepuasan dari partisipasi langsung dalam kesuksesan suatu proyek atau ide. 

 

Keputusan antara keduanya sebaiknya didasarkan pada profil risiko, tujuan finansial, dan pentingnya proyek atau ide tertentu. Dengan melakukan riset pada platform yang dipertimbangkan dan mempertimbangkan dengan cermat preferensi Anda, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih informan.

101 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
28 Suka