20 February 2023
4 menit baca

Apa Itu Sekuritas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

4 menit baca

 

Para pelaku pasar modal pastinya sudah familiar dengan sekuritas. Keberadaannya dimanfaatkan untuk menghasilkan profit yang menguntungkan, baik bagi investor, perusahaan efek, atau pengawasnya. Untuk ulasan lengkap mengenai apa itu sekuritas, jenis, dan contohnya, silakan baca penjelasan Bizhare di bawah ini.

 

Pengertian Sekuritas

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekuritas adalah bukti utang atau bukti pernyataan modal, contohnya saham, obligasi, wesel, sertifikat, dan deposito. 

 

Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan, sekuritas adalah bukti utang-piutang atau bukti kepemilikan modal dalam bentuk surat berharga yang dapat diperdagangkan. Contoh sekuritas yang beredar di pasar seperti obligasi, saham, hipotek, wesel, promes, sertifikat deposito, kupon, skrip, jaminan, right, dan opsi (securities).  

 

Dari sini bisa disimpulkan bahwa sekuritas merupakan sebuah instrumen finansial yang mewakili posisi kepemilikan saham dalam sebuah perusahaan publik. Sekuritas mampu membuktikan status kepemilikan seseorang atau badan usaha atas suatu aset. 

 

Itu sebabnya dalam kegiatan investasi, sekuritas menjadi objek utama yang dimanfaatkan untuk menghasilkan return atau keuntungan bagi semua pihak, baik dari investor, perusahaan efek, hingga pengawasnya.

 

Menariknya, sama seperti aset, sekuritas dapat dengan mudah dipindahtangankan melalui transaksi jual-beli. Bedanya, sekuritas hanya bisa diperjualbelikan melalui pasar atau perusahaan efek. 

 

Sebagai informasi, terdapat dua istilah yang berhubungan dengan sekuritas, yaitu pasar sekuritas dan perusahaan sekuritas. Pasar sekuritas merupakan lembaga yang menjadi wadah dalam proses jual-beli sekuritas. Di Indonesia, pasar sekuritas dipegang oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Sementara itu, perusahaan sekuritas merupakan lembaga negeri atau swasta yang menjual sekaligus menyediakan pengelolaan sekuritas. Tentu saja, perusahaan ini harus mengantongi izin dari OJK untuk menjadi perantara perdagangan sekuritas, penjamin emisi, atau kegiatan lainnya sesuai peraturan dan ketentuan pengawas modal. 

 

Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat ada 108 perusahaan efek yang sudah memperoleh izin resmi dari OJK. Pastikan perusahaan pilihan Anda sudah terdaftar agar terjamin keamanan dan validitasnya.

 

Baca Juga: 6 Nasihat Jack Ma Tentang Kesuksesan Karier

 

Perbedaan Sekuritas Dealer dan Broker

 

Sampai saat ini, orang awam tidak bisa membedakan apa itu sekuritas dealer dan broker. Padahal, keduanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda dalam pasar modal.

 

Secara sederhana, broker adalah orang yang mengeksekusi perdagangan atas nama orang lain. Sementara itu, sekuritas dealer adalah orang yang melakukan transaksi bisnis atas nama mereka sendiri.

 

Biasanya dalam praktik transaksi pasar, sekuritas dealer akan membeli dan menjual sekuritas di akun mereka. Di sisi lain, broker akan membeli dan menjual sekuritas untuk klien mereka, bukan untuk diri sendiri.

 

Konsekuensinya, sekuritas dealer memiliki semua hak dan kebebasan terkait pembelian dan penjualan sekuritas mereka. Poin ini tidak akan dimiliki seorang broker, mengingat mereka hanya bertugas sebagai perantara sang empunya bisnis.

 

Hal ini yang menyebabkan seorang broker hanya memiliki sedikit pengalaman dibandingkan dengan dealer. Namun jika jam terbangnya sudah tinggi, broker bisa menjadi dealer.

 

Terakhir, seorang broker akan dibayar secara komisi untuk melakukan transaksi bisnis. Lain halnya dengan dealer. Mengingat ia adalah pemilik utama dari bisnis tersebut, maka ia takkan mendapat bayaran apapun.

 

Cara Kerja Sekuritas

 

Setelah memahami sekuritas secara komprehensif, pastinya Anda bertanya-tanya, bagaimana cara kerja sekuritas? Disadur berbagai sumber, berikut panduan step-by-step kerja sekuritas di Indonesia.

 

Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)

Cara kerja sekuritas pertama adalah sebagai perantara pedagang efek. Di sini, perusahaan sekuritas bertugas untuk melakukan jual beli efek (surat berharga) bagi kepentingan sendiri atau pihak lain.

 

Setelah itu, perusahaan sekuritas akan melakukan jual-beli efek, mulai dari saham hingga obligasi. Semuanya itu dilakukan melalui bursa efek atau melalui transaksi di luar bursa atau transaksi over-the-counter (OTC).

 

Penjamin Emisi Efek (Underwriter)

Sekuritas juga bekerja penjamin emisi efek atau underwriter. Perusahaan sekuritas akan membantu calon-calon emiten untuk melaksanakan Pelaksanaan Umum Saham (Initial Public Offering/IPO), dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual.

 

Jenis Sekuritas

 

Setelah memahami pertanyaan apa itu sekuritas, kini Bizhare akan sajikan jenis dan contohnya. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui jenis pembagian sekuritas mana yang cocok dengan profil risiko Anda sendirii.

 

Obligasi

Obligasi atau surat utang adalah jenis sekuritas yang berbentuk sertifikat atau surat berharga. Aset ini dapat dijual dengan tujuan mendapatkan pinjaman dari investor dengan imbalan bunga tertentu. 

 

Nantinya, investor berhak mendapat keuntungan dari perusahaan penerbit obligasi. Contoh sekuritas jenis obligasi di Indonesia adalah Surat Utang Negara (SUN), Saving Bond Ritel (SBR), sekuritas syariah berupa sukuk, dan sebagainya.

 

Baca Juga: Penjelasan Obligasi, Jenis, dan Perbedaan dengan Saham

 

Saham

Ekuitas atau saham juga termasuk dalam jenis sekuritas, di mana aset ini menunjukkan hak kepemilikan seseorang atau badan usaha. Persentase kepemilikan di sini berbentuk lot atau lembar saham. Contoh sekuritas jenis ini adalah saham, reksadana, dana investasi real estate (DIRE), dan lain sebagainya.

 

Baca Juga: Daftar Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Internasional

 

Tips Memilih Sekuritas

 

Agar mampu mendapatkan keuntungan maksimal, Anda harus memperhatikan beberapa faktor saat memilih sekuritas terbaik. Berikut ulasannya.

 

Pastikan Perusahaan Terdaftar di OJK

Untuk memilih sekuritas terbaik, Anda harus memastikan nama perusahaan tersebut sudah terdaftar secara resmi di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta telah memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan Tinggi (MKBD) tinggi. Hal ini wajib dilakukan agar seluruh proses transaksi sekuritas Anda terjamin keamanannya dan terhindar dari risiko penipuan. 

 

Utamakan Kemudahan Transaksi

Anda harus memilih perusahaan yang mengutamakan kemudahan transaksi, apalagi jika Anda masih pemain baru dalam dunia investasi. Akan lebih bagus jika Anda bisa memilih perusahaan sekuritas dengan pelayanan optimal dan dapat menjadi teman diskusi. Dengan demikian, Anda bisa lebih nyaman saat bertransaksi dan terhindar dari kesalahan saat membuat keputusan.

 

Riset Kondisi Pasar 

Setiap bulannya, perusahaan sekuritas rutin memberikan hasil analisis berkaitan dengan kondisi pasar. Data tersebut bisa Anda manfaatkan sebagai bahan pertimbangan pembelian atau penjualan yang akan Anda lakukan. Data itu juga penting agar Anda tepat dalam memilih perusahaan sekuritas yang paling cuan.

 

Sesuaikan Nilai Setoran dan Fee dengan Budget

Tips memilih investasi sekuritas selanjutnya adalah mempelajari nilai setoran awal dan fee yang ditentukan oleh tiap perusahaan sekuritas. Pastikan besarannya sesuai dengan budget yang Anda miliki. Anda juga harus memastikan besarannya memang worth it, tidak terlalu mahal atau terlalu murah.

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai apa itu sekuritas, jenis, dan contohnya. Dari sini bisa disimpulkan bahwa sekuritas merupakan objek yang dimanfaatkan oleh para investor untuk memperoleh return atau keuntungan.

 

Semoga setelah membaca artikel ini, Teman Bizharian menjadi lebih paham serta tahu tips dan trik dalam berinvestasi sekuritas. Selamat mencoba!

 

8555 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
518 Suka