09 April 2023
4 menit baca

Apa Itu Return: Pengertian, Komponen, dan Faktor yang Memengaruhinya

4 menit baca

 

Setiap orang yang memulai suatu usaha atau investasi pastinya mengharapkan keuntungan berupa return atau imbal hasil. Return jugalah yang menjadi indikator dalam menilai performa suatu investasi. Pelajari mengenai istilah ini, lengkap dengan jenis dan faktor yang memengaruhinya berikut!

 

Apa Itu Return?

 

Return atau imbal hasil adalah keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari sebuah investasi dalam jangka waktu tertentu. Return bisa dinyatakan dalam persentase atau nominal. 

 

Disadur Investopedia, return adalah uang yang dihasilkan, atau hilang dari aktivitas investasi selama beberapa periode waktu tertentu. Imbal hasil ini didapatkan para investor atas keberaniannya menanggung setiap risiko dalam aktivitas investasi yang dilakukannya.

 

Menariknya, ternyata return tidak hanya menjelaskan keuntungan investasi, melainkan juga kerugian yang menimpa investor. Return bisa berupa perubahan harga aset, investasi, atau proyek dari waktu ke waktu, yang dapat direpresentasikan dalam bentuk perubahan harga atau persentase perubahan. 

 

Baca Juga: Daftar Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia 2023 dan Cara Membelinya

 

Return positif mewakili keuntungan, sementara return negatif menandai kerugian. Imbal hasil ini seringkali dihitung selama periode setahun untuk tujuan perbandingan, di mana return memegang peran untuk mengukur keuntungan atau kerugian selama seluruh periode investasi.

 

Ingat, dalam dunia bisnis dan investasi berlaku prinsip “High Risk, High Return“. Nah, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko, pemahaman yang tepat mengenai konsep return dan komponennya sangat diperlukan.

 

Komponen Return Investasi

 

Setelah memahami apa itu return, kini saatnya belajar lebih jauh tentangnya. Dalam dunia investasi, return memiliki dua komponen utama, yaitu yield dan gain. Berikut penjelasan lebih detail mengenai keduanya!

 

1. Yield

Yield atau imbal hasil mengacu pada pendapatan yang dihasilkan dari produk investasi selama periode tertentu. Besarnya dinyatakan dalam bentuk persentase berdasarkan jumlah investasi yang dilakukan. Yield terdiri dari dua bentuk, yaitu bunga dan dividen.

 

  • Bunga

Investasi seperti rekening tabungan dan obligasi memberikan imbal hasil berupa bunga kepada investor. Pemberian bunga biasanya telah diatur sejak awal sehingga investor dapat mengetahui besaran yang akan diterima.

 

  • Dividen

Beberapa produk investasi seperti saham membayarkan dividen kepada investor sebagai bagian dari keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan. Jumlah dividen yang diberikan tergantung pada kinerja perusahaan dan jenis saham yang dimiliki oleh investor.

 

2. Capital Gain

Capital gain atau keuntungan modal adalah return yang diperoleh investor ketika menjual produk investasi yang dimilikinya dengan harga yang lebih tinggi dari modal awal. Sebaliknya, jika harga jual produk investasi lebih rendah dari modal yang dikeluarkan, maka investor akan mengalami capital loss atau kerugian modal.

 

Jenis-Jenis Return Investasi Saham

 

Terdapat dua jenis return yang harus diketahui oleh setiap investor, yakni return realisasi dan return ekspektasi. Berikut ulasan selengkapnya!

 

1. Return Ekspektasi

Return ekspektasi adalah imbal balik yang diharapkan akan diraih investor di waktu yang akan datang. Jadi, return ekspektasi belum diterima hasilnya oleh investor. Dengan kata lain, tingkat pengembalian yang akan didapatkan berdasarkan prospek perusahaan terkait di masa yang akan datang.

 

2. Return Realisasi (Realized Return)

 

Return realisasi adalah imbal hasil yang sudah didapatkan oleh investor. Jenis ini merujuk pada keuntungan atau kerugian yang telah didapatkan oleh pihak investor atas aktivitas investasi yang dilakukannya. Return realisasi dapat dijadikan dasar dalam menentukan return ekspektasi serta resiko yang dapat terjadi di kemudian hari. 

 

Faktor yang Memengaruhi Besaran Return

 

Ada beberapa faktor yang memengaruhi besaran return investasi. Semuanya memiliki keterkaitan langsung dengan kinerja aset atau perusahaan di mana investor menanamkan dananya. Berikut ulasannya!

 

1. Suku Bunga

Peningkatan suku bunga akan menurunkan nilai saat ini dari besaran return yang akan diperoleh di masa mendatang. Hal ini juga dapat menurunkan harga saham di pasar modal.

 

2. Inflasi

Jika inflasi tinggi, maka jumlah modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi akan meningkat karena harga-harga juga akan naik. Hal ini akan langsung berpengaruh pada imbal hasil yang diterima.

 

3. Nilai Tukar

Nilai tukar mempengaruhi kekuatan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing. Semakin kuat nilai mata uang, semakin besar pula besaran return investasi yang akan diperoleh.

 

4. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas terkait dengan perdagangan saham di pasar sekunder. Aset investasi yang memiliki likuiditas tinggi, dapat dibeli atau dijual dengan cepat tanpa mengalami perubahan harga.

 

Baca Juga: Memahami Likuiditas Investasi dan Cara Menghitungnya

 

5. Risiko Pasar

Kondisi pasar modal yang tinggi akan meningkatkan besaran return yang akan diperoleh, sedangkan kondisi pasar modal yang menurun akan menurunkan besaran return yang akan diperoleh.

 

Cara Menghitung Return Saham

 

Berikut ini cara menghitung return saham yang dapat dilakukan para investor untuk menghitung besaran imbal hasil investasi yang didapatkan. Rumus untuk menghitung return saham adalah sebagai berikut.

 

Return = (Pt-Pt1) / (Pt1)

 

Keterangan:

 

Pt = harga saham di periode ke-t 

Pt1 = harga di periode sehari sebelumnya (t-1)

 

Contoh kasus perhitungan return saham:

 

Misalnya, harga saham hari Rabu adalah Rp6.000 dan harga saham hari Senin adalah Rp4.000, maka return sahamnya bisa dihitung sebagai berikut:

 

Return = (6.000-4.000)/4.000

= 0.5 atau 50% dari harga saham sebelumnya

 

Return investasi adalah hal yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap investor. Dengan memahami konsep dan komponennya, investor dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko. 

 

Semoga setelah membaca ini, Teman Bizharian jadi semakin memahami apa itu return investasi beserta tips dan trik untuk mengoptimalkan keuntungan sebaik-baiknya.

30323 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
544 Suka