08 February 2024
3 menit baca

Biaya Variabel: Pengertian, Rumus, dan Contohnya

3 menit baca

biaya variabel adalah

 

Dalam dunia bisnis, pengelolaan biaya merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai kesuksesan. Salah satu jenis biaya yang perlu diperhatikan dengan cermat adalah biaya variabel. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang konsep biaya variabel, faktor yang mempengaruhinya, serta pentingnya pengelolaan biaya variabel dalam menjaga keseimbangan keuangan bisnis.

 

Apa Itu Biaya Variabel?

 

Biaya variabel adalah biaya yang berfluktuasi sejalan dengan tingkat aktivitas bisnis. Dengan kata lain, biaya ini akan meningkat ketika produksi atau penjualan suatu produk atau jasa meningkat, dan sebaliknya. 

 

Contoh biaya variabel meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya distribusi. Biaya-biaya ini tidak tetap dan dapat berubah tergantung pada volum produksi atau penjualan.

 

Baca Juga: Biaya Produksi: Arti, Jenis, Unsur, dan Rumus Menghitungnya

 

Jenis Biaya Variabel & Contohnya

 

Dengan memahami jenis-jenis biaya variabel dan contohnya, perusahaan dapat lebih efektif mengelola aspek keuangan mereka. Berikut adalah beberapa jenis biaya variabel beserta contohnya.

 

  • Bahan Baku

Dalam industri manufaktur, biaya bahan baku seperti logam, plastik, atau kertas menjadi biaya variabel karena meningkat seiring dengan peningkatan produksi.

 

  • Tenaga Kerja Langsung

Contoh biaya variabel selanjutnya adalah upah pekerja produksi yang terlibat langsung dalam proses manufaktur atau pelayanan. Jumlah tenaga kerja dapat berubah sesuai dengan tingkat produksi.

 

  • Biaya Produksi

Biaya produksi dapat menjadi biaya variabel, contohnya listrik, air, atau bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Jumlah biaya ini dapat meningkat atau menurun tergantung pada volume produksi.

 

  • Biaya Distribusi

Contohnya seperti ongkos kirim, biaya pergudangan, atau biaya transportasi. Semua biaya ini dapat dianggap variabel karena bergantung pada jumlah produk yang dikirim atau didistribusikan.

 

  • Komisi Penjualan

Bagi perusahaan yang membayar komisi kepada agen penjualan atau karyawan penjualan, biaya ini akan meningkat seiring dengan peningkatan penjualan.

 

  • Biaya Pengemasan

Contoh biaya variabel selanjutnya adalah biaya kemasan produk yang bertambah dengan meningkatnya produksi. Meskipun biaya ini cenderung relatif kecil, tetapi tetap menjadi biaya variabel.

 

  • Biaya Pemasaran Online

Contoh: Dalam era digital, biaya iklan online atau biaya pemasaran melalui platform digital seperti Google Ads atau media sosial bisa dianggap sebagai biaya variabel karena dapat disesuaikan dengan tingkat kampanye yang dijalankan.

 

  • Biaya Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Bagi perusahaan yang terlibat dalam industri inovatif, biaya R&D dapat dianggap sebagai biaya variabel karena dapat meningkat seiring dengan usaha untuk mengembangkan produk baru.

 

  • Biaya Layanan Pelanggan

Biaya layanan pelanggan seperti dukungan telepon atau chat online dapat menjadi biaya variabel jika meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan atau permintaan layanan.

 

  • Biaya Penyimpanan Data

Dalam bisnis yang sangat tergantung pada data, biaya penyimpanan data di cloud bisa dianggap sebagai biaya variabel karena dapat meningkat seiring dengan peningkatan penggunaan atau kapasitas data.

 

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol untuk Pemula

 

Rumus dan Cara Menghitung Biaya Variabel

 

Menghitung biaya variabel merupakan langkah penting dalam menganalisis struktur biaya suatu bisnis. Berikut rumus biaya variabel:

 

Variable Cost (VC) = (Total Cost (TC) – Fixed Cost (FC)) / Quantity

Contoh perhitungan rumus biaya variabel dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

Pada bulan Februari 2024, Michael mengalokasikan biaya produksi sebesar Rp50 juta, dengan biaya tetap sebesar Rp5 juta. Jumlah unit barang yang diproduksi oleh Indi pada bulan tersebut adalah sebanyak 2500 unit. Maka, biaya variabelnya dapat dihitung sebagai berikut:

 

Variable Cost Februari 2024 

= (Rp50.000.000 – Rp5.000.000) / 2.500

= Rp45.000.000 / 2.500

= Rp18.000

 

Dengan demikian, biaya variabel yang dikeluarkan oleh Indi pada bulan Februari 2024 adalah sebesar Rp18.000 per unit produk.

 

Dengan menggunakan rumus ini, perusahaan dapat dengan lebih akurat menghitung biaya variabelnya dan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur biaya operasionalnya. 

 

Proses ini memudahkan perusahaan dalam membuat keputusan strategis terkait harga, anggaran, dan pengelolaan keuangan secara keseluruhan.

 

Dalam bisnis modern yang penuh tantangan, pengelolaan biaya variabel menjadi kunci keberhasilan. Pemahaman yang baik tentang biaya-biaya yang berfluktuasi dapat membantu perusahaan mengoptimalkan kinerja keuangan mereka, bersaing di pasar dengan lebih baik, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap perusahaan seharusnya memberikan perhatian khusus pada pengelolaan biaya variabel agar dapat mencapai kesuksesan jangka panjang.

95 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
11 Suka