13 June 2024
6 menit baca

Apa itu Agribisnis: Panduan Lengkap untuk Pemula

6 menit baca

apa itu agribisnis adalah

 

Agribisnis merupakan istilah yang semakin populer di kalangan pebisnis dan akademisi, terutama di sektor pertanian. Istilah ini berasal dari gabungan kata “agri” yang berarti pertanian dan “bisnis” yang berarti usaha atau perdagangan. Namun, apa itu agribisnis sebenarnya? Artikel ini akan membahas secara mendalam konsep agribisnis, bagaimana penerapannya, dan perannya dalam perekonomian modern.

 

Apa itu Agribisnis?

 

Agribisnis adalah seluruh rangkaian kegiatan yang terlibat dalam produksi, pengolahan, dan distribusi produk pertanian. Ini mencakup tidak hanya aktivitas pertanian itu sendiri, tetapi juga sektor-sektor lain yang mendukung kegiatan pertanian seperti teknologi, keuangan, pemasaran, dan manajemen.

 

Secara sederhana, agribisnis dapat didefinisikan sebagai segala kegiatan ekonomi yang terkait dengan pertanian dari hulu hingga hilir. Ini mencakup input pertanian (benih, pupuk, alat pertanian), proses produksi (penanaman, pemeliharaan, panen), pengolahan hasil (pengolahan makanan, pengemasan), hingga distribusi dan pemasaran produk akhir kepada konsumen.

 

Baca Juga: Panduan Cara Mendirikan PT Perorangan dengan Mudah

 

Pengertian Agribisnis Menurut Para Ahli

 

Para ahli memiliki beberapa pendapat yang berbeda mengenai apa itu agribisnis. Namun secara garis besar, definisinya tidak jauh berbeda dan sama-sama menyinggung rangkaian pengolahan pertanian.

 

  • E. Austin

Austin menyatakan bahwa agribisnis mencakup berbagai aktivitas usaha yang melibatkan pertanian, penyediaan sarana dan prasarana produksi, pengolahan bahan pangan, stabilitas perdagangan pangan, serta kegiatan lainnya seperti distribusi pangan dan serat kepada konsumen.

 

  • Wibowo

Menurut Wibowo, agribisnis meliputi semua kegiatan yang mencakup seluruh proses dari pengadaan, pelaksanaan, pemasaran, hingga distribusi hasil dari bisnis tani dan agro-bisnis, yang semuanya saling terkait.

 

  • E. Paul Roy

Paul Roy mendefinisikan agribisnis sebagai suatu proses koordinasi dengan subsistem yang saling terhubung, yaitu penyediaan input pertanian, pengolahan hasil, produksi pertanian, dan pemasaran hasil pertanian.

 

  • Steven P. Erickson & W. David Downey

Steven P. Erickson dan W. David Downey, sebagaimana dikutip oleh Saragih pada tahun 1998, mendefinisikan agribisnis sebagai rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pertanian secara luas, mencakup seluruh rantai produksi, pengelolaan input, agroindustri, pemasaran produk pertanian, serta lembaga pendukungnya.

 

  • C.W. Jensen & G.L. Cramer

Menurut C.W. Jensen dan G.L. Cramer, agribisnis adalah sebuah kegiatan yang kompleks, mencakup industri pertanian, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran, termasuk manufaktur dan distribusi berbagai bahan pangan dan serat kepada konsumen.

 

  • M. Sufri & Sjarkowi

Sufri dan Sjarkowi menjelaskan bahwa agribisnis adalah semua usaha atau bisnis yang erat kaitannya dengan kegiatan produksi pertanian, termasuk penyediaan input pertanian, proses produksi, dan pengelolaan hasil pertanian. Agribisnis merupakan pandangan ekonomi bagi para penyedia bahan pangan dalam suatu negara.

 

  • Jose D. Drilon Jr.

Jose D. Drilon Jr. mendefinisikan agribisnis sebagai semua kegiatan yang terkait dengan distribusi dan manufaktur media produksi pertanian, pengolahan, penyimpanan, kegiatan usaha tani, serta distribusi produk pertanian dan turunannya.

 

  • Ray A. Goldberd & John H. Davis

Ray A. Goldberd dan John H. Davis pada tahun 1957 menjelaskan bahwa agribisnis adalah total keseluruhan operasi yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi pasokan pertanian, mencakup operasi produksi, pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi komoditas pertanian serta produk turunannya.

 

Ruang Lingkup Agribisnis

 

Ruang lingkup agribisnis sangat luas, mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pertanian. Secara umum, ruang lingkup agribisnis dapat dibagi menjadi beberapa kategori utama:

 

  1. Agribisnis hulu: Agribisnis yang menangani faktor produksi dan sarana untuk usaha tani. Dikenal juga dengan agribisnis pasokan input (agro input).
  2. Agribisnis usaha tani: Agribisnis yang melakukan usaha pemanenan energi surya melalui proses fotosintesis. Dikenal juga dengan agribisnis produksi (farm agro production).
  3. Agribisnis hilir: Agribisnis yang mengolah output/hasil produksi agribisnis. Dikenal juga dengan agribisnis proses dan manufaktur atau agribsisnis pasca panen dan pengolahan (agro industry and agro processing).
  4. Agribisnis penunjang: Seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis. Dikenal dengan agribisnis jasa pendukung (supporting services). 

 

Manfaat Agribisnis dalam Ekonomi

 

Agribisnis memiliki peran yang sangat vital dalam perekonomian, terutama di negara-negara agraris seperti Indonesia. Berikut adalah beberapa manfaat utama agribisnis:

 

  • Peningkatan Pendapatan Petani

Melalui agribisnis, petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengandalkan hasil pertanian tradisional. Pengolahan dan pemasaran produk memberikan nilai tambah yang signifikan.

 

  • Penciptaan Lapangan Kerja

Agribisnis menciptakan banyak lapangan kerja, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga di sektor-sektor terkait seperti pengolahan, distribusi, dan pemasaran.

 

  • Meningkatkan Produktivitas Pertanian 

Inovasi dan teknologi dalam agribisnis membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi pertanian. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

 

  • Diversifikasi Ekonomi

Dengan berkembangnya agribisnis, perekonomian menjadi lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada satu sektor saja. Hal ini membantu meningkatkan stabilitas ekonomi.

 

  • Pembangunan Pedesaan

Agribisnis berkontribusi pada pembangunan pedesaan dengan menyediakan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan.

 

Contoh Usaha dalam Agribisnis

 

Ada banyak jenis usaha yang dapat dikategorikan sebagai agribisnis. Beberapa contoh usaha dalam agribisnis antara lain:

 

  1. Pertanian Organik: Usaha pertanian yang menggunakan metode alami dan bebas dari bahan kimia untuk menghasilkan produk yang sehat dan ramah lingkungan.
  2. Perikanan: Budidaya ikan dan produk perikanan lainnya yang dipasarkan baik secara lokal maupun internasional.
  3. Peternakan: Usaha peternakan mencakup pemeliharaan hewan untuk produksi daging, susu, telur, dan produk hewani lainnya.
  4. Agroindustri: Pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti industri makanan dan minuman.
  5. Agrowisata: Usaha yang memadukan pertanian dengan pariwisata, memberikan pengalaman edukatif dan rekreasi bagi pengunjung.
  6. Perkebunan: Usaha perkebunan melibatkan penanaman dan pengelolaan tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, teh, dan kopi.

 

Tantangan dalam Agribisnis

 

Meskipun agribisnis memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi:

 

  • Akses terhadap Teknologi

Banyak petani kecil kesulitan mengakses teknologi canggih yang dapat meningkatkan produktivitas mereka. Hal ini disebabkan oleh biaya yang tinggi dan kurangnya pengetahuan.

 

  • Ketersediaan Modal

Usaha agribisnis membutuhkan modal yang cukup besar, baik untuk investasi awal maupun operasional sehari-hari. Banyak petani kecil yang kesulitan mendapatkan akses terhadap sumber pembiayaan yang memadai.

 

  • Fluktuasi Harga 

Harga produk pertanian seringkali tidak stabil dan rentan terhadap fluktuasi pasar. Hal ini dapat berdampak negatif pada pendapatan petani dan keberlanjutan usaha agribisnis.

 

  • Perubahan Iklim

Perubahan iklim membawa dampak besar terhadap sektor pertanian. Cuaca yang tidak menentu, bencana alam, dan perubahan pola musim dapat mengganggu produksi pertanian.

 

  • Regulasi dan Kebijakan

Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten atau kurang mendukung juga dapat menjadi hambatan dalam pengembangan agribisnis. Regulasi yang ketat dan birokrasi yang rumit seringkali menghambat inovasi dan investasi.

 

Studi Kasus: Suksesnya Agribisnis di Indonesia

 

Indonesia memiliki banyak contoh sukses dalam pengembangan agribisnis. Salah satu contohnya adalah keberhasilan sektor kopi di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Kopi Indonesia terkenal di seluruh dunia karena kualitasnya yang tinggi dan keunikan rasanya.

 

Para petani kopi di Indonesia telah berhasil mengadopsi praktik agribisnis dengan baik. Mereka tidak hanya fokus pada produksi tetapi juga memperhatikan aspek pengolahan dan pemasaran. Penggunaan teknologi modern dalam proses produksi dan pengolahan kopi, serta strategi pemasaran yang efektif, telah membantu meningkatkan nilai jual kopi Indonesia di pasar global.

 

Selain kopi, sektor hortikultura juga menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai jenis buah dan sayuran tropis Indonesia semakin diminati di pasar internasional. Penggunaan teknologi pasca-panen, sistem logistik yang efisien, dan promosi yang gencar telah membuka peluang ekspor yang luas.

 

Masa Depan Agribisnis

 

Masa depan agribisnis di Indonesia sangat menjanjikan. Dengan potensi alam yang melimpah dan dukungan dari pemerintah, sektor ini dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Berikut adalah beberapa tren yang diperkirakan akan mempengaruhi masa depan agribisnis:

 

  • Digitalisasi Pertanian

Penggunaan teknologi digital seperti aplikasi pertanian, drone, dan sensor akan semakin luas. Ini membantu petani mengelola lahan mereka dengan lebih efisien dan meningkatkan hasil produksi.

 

  • Pertanian Berkelanjutan

Konsep pertanian berkelanjutan akan semakin populer. Petani akan lebih memperhatikan aspek lingkungan dan sosial dalam usaha mereka, seperti penggunaan bahan organik, konservasi air, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

 

  • Inovasi Produk

Permintaan konsumen terhadap produk-produk yang sehat dan berkualitas tinggi akan mendorong inovasi dalam agribisnis. Ini termasuk pengembangan produk organik, bebas pestisida, dan produk olahan yang bernilai tambah tinggi.

 

  • Kemitraan dan Kolaborasi

Kemitraan antara petani, pelaku bisnis, dan pemerintah akan semakin penting. Kolaborasi ini dapat menciptakan sinergi yang positif dan memperkuat rantai pasok agribisnis.

 

Baca Juga: 21 Usaha yang Langka tapi Menguntungkan, Minim Saingan!

 

#AmankanPerusahaanMu dengan Investasi di Bizhare Institusi

 

Pernahkah Anda berpikir untuk menginvestasikan dana idle perusahaan Anda ke platform investasi tepercaya? Tak hanya efektif, strategi ini sangat bagus untuk mengembangkan meningkatkan dana perusahaan Anda secara signifikan, loh.

 

Bizhare Institusi adalah fitur bagi perusahaan yang ingin mengelola dan mengembangkan dana idle mereka ke berbagai efek yang tersedia, mulai dari saham, obligasi dan sukuk secara urun dana atau crowdfunding di platform Bizhare.

 

Menariknya, Bizhare Institusi tidak hanya menyediakan akses eksklusif ke berbagai instrumen investasi, tetapi juga menawarkan kemudahan dalam pengelolaan dana perusahaan. 

 

Baca Juga: 7 Cara Amankan Keuangan Perusahaan, Mari Investasi!

 

Dengan berinvestasi melalui crowdfunding di Bizhare, perusahaan dapat memanfaatkan dana idlenya secara efisien dan meraih potensi keuntungan yang optimal. Keuntungan dari investasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh para investor yang berpartisipasi dalam crowdfunding.

 

Yang paling menarik, dividend yield yang bisa Anda terima dari investasi di Bizhare Institusi adalah 10–18% per tahun berdasarkan data historis. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan Anda berinvestasi di instrumen lainnya. 

 

Jadi, Anda bisa menikmati liburan dengan nyaman karena dana idle perusahaan Anda berada di tangan yang tepat untuk dikembangkan secara optimal. Tenang saja, Anda memantau perkembangannya melalui platform Bizhare Institusi. 

 

Jika tertarik, silakan membaca panduan pendaftaran dan investasi akun Bizhare Institusi dengan mengeklik button di bawah ini.

 

#AmankanPerusahaanMu Sekarang

196 Reads
Author: Diptyarsa Janardana
50 Suka