{"id":9623,"date":"2024-11-26T14:50:23","date_gmt":"2024-11-26T07:50:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=9623"},"modified":"2024-11-26T14:50:23","modified_gmt":"2024-11-26T07:50:23","slug":"contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","title":{"rendered":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9624\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-scaled.jpg\" alt=\"contoh surat perjanjian hutang piutang\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-1024x400.jpg 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-768x300.jpg 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-1536x600.jpg 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-2048x799.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam situasi bisnis ataupun kebutuhan pribadi, sering kali transaksi hutang piutang menjadi hal yang biasa. Surat perjanjian hutang piutang sangat membantu untuk menghindari potensi konflik di masa depan, memastikan kedua belah pihak memahami dan menyepakati syarat-syarat pinjaman. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu surat perjanjian hutang piutang, cara membuatnya, dan memberikan contoh format <\/span><b>surat perjanjian hutang piutang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Surat Perjanjian Hutang Piutang?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat perjanjian hutang piutang adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh dua pihak atau lebih yang menyepakati pinjaman uang atau aset lainnya. Biasanya, surat ini melibatkan pihak yang meminjamkan uang (kreditur) dan pihak yang meminjam uang (debitur). Isi surat ini mencakup ketentuan, kewajiban, serta hak dari masing-masing pihak untuk memastikan bahwa perjanjian berlangsung secara adil dan transparan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, surat perjanjian <\/span><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/perbedaan-utang-piutang\"><span style=\"font-weight: 400;\">hutang piutang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> meliputi rincian sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah Pinjaman: Menyatakan jumlah uang atau barang yang dipinjam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangka Waktu Pembayaran: Menetapkan periode pengembalian pinjaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga (jika ada): Menguraikan apakah terdapat bunga atau tambahan pembayaran lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jaminan (jika diperlukan): Kadang-kadang, jaminan berupa aset atau barang digunakan sebagai langkah keamanan bagi pihak pemberi pinjaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sanksi atau Denda: Menjelaskan penalti jika terjadi keterlambatan atau gagal bayar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat ini memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat dibandingkan dengan kesepakatan lisan, karena jika terjadi permasalahan atau perselisihan, surat perjanjian ini dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan. Surat ini juga dapat dibuat di hadapan saksi atau notaris untuk menambah validitasnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Bagaimana Cara Bikin Surat Perjanjian Hutang Piutang?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah langkah-langkah praktis <\/span><b>cara bikin surat perjanjian hutang piutang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sah dan memiliki kekuatan hukum:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan Identitas Kedua Pihak<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah mencantumkan informasi tentang pihak-pihak yang terlibat, yaitu kreditur dan debitur. Data ini harus meliputi nama lengkap, alamat, dan nomor identitas (KTP\/SIM). Jika perjanjian dibuat oleh perusahaan, maka sertakan juga data perusahaan seperti nama perusahaan, alamat kantor, dan nama perwakilan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"2\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusun Isi Perjanjian<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian ini, penting untuk mencantumkan rincian seperti jumlah pinjaman, tujuan penggunaan, dan jangka waktu pelunasan pinjaman. Tulis dengan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan rinci agar tidak ada kebingungan di masa depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menyertakan Detail Pembayaran dan Bunga<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terdapat bunga, sebutkan berapa persen bunga yang dikenakan, metode perhitungan, serta periode pembayaran yang disepakati. Anda juga dapat mencantumkan mekanisme pembayaran, apakah dibayarkan secara tunai, transfer, atau metode lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"4\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Mencantumkan Jaminan (Jika Ada)<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pemberi pinjaman mengharuskan adanya jaminan, jelaskan secara rinci jenis aset yang menjadi jaminan. Sertakan juga informasi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh kreditur jika debitur gagal melakukan pembayaran sesuai perjanjian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"5\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menetapkan Sanksi atau Penalti<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terjadi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar, sanksi perlu dijelaskan agar kedua belah pihak memahami konsekuensi yang akan diterima. Misalnya, denda keterlambatan sebesar persentase tertentu dari jumlah hutang atau tindakan hukum lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"6\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menambahkan Tanda Tangan dan Saksi<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah selesai menyusun surat perjanjian, kedua belah pihak harus menandatangani surat tersebut. Selain itu, menambahkan tanda tangan saksi dapat meningkatkan kekuatan hukum dokumen ini. Pastikan saksi adalah orang netral dan tidak memiliki kepentingan dalam transaksi ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"7\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Notaris (Opsional)<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun tidak wajib, melibatkan notaris dalam proses pembuatan surat perjanjian hutang piutang akan memberikan kekuatan hukum yang lebih kuat. Surat yang dibuat di hadapan notaris akan menjadi bukti sah di pengadilan jika terjadi perselisihan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memperhatikan setiap langkah di atas, kedua belah pihak akan merasa lebih aman karena hak dan kewajiban mereka telah diatur dengan jelas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah <\/span><b>contoh surat perjanjian hutang piutang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat dijadikan sebagai referensi:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Perjanjian Hutang Piutang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">No: 001\/SPHP\/XI\/2024<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari ini, [tanggal lengkap, misalnya Senin, 1 November 2024], kami yang bertanda tangan di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama: [Nama Lengkap Kreditur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Alamat: [Alamat Kreditur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor Identitas (KTP\/SIM): [Nomor KTP Kreditur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama atau Kreditur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama: [Nama Lengkap Debitur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Alamat: [Alamat Debitur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor Identitas (KTP\/SIM): [Nomor KTP Debitur]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua atau Debitur.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ini menyatakan telah menyepakati perjanjian hutang piutang dengan ketentuan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 1: Jumlah Pinjaman<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak Pertama memberikan pinjaman kepada Pihak Kedua sebesar Rp [jumlah uang dalam angka dan huruf, misalnya Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)].<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 2: Tujuan Penggunaan Pinjaman<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak Kedua berjanji untuk menggunakan dana tersebut sebagai modal usaha dan tidak diperbolehkan menggunakan untuk keperluan lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 3: Jangka Waktu Pembayaran<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak Kedua wajib melunasi hutang kepada Pihak Pertama dalam waktu [durasi waktu, misalnya 12 bulan], terhitung sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 4: Pembayaran Bunga<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak Kedua dikenakan bunga sebesar [jumlah bunga dalam persentase, misalnya 1% per bulan]. Pembayaran bunga dilakukan bersamaan dengan cicilan pokok setiap bulannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 5: Jaminan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai jaminan pelunasan hutang, Pihak Kedua menyerahkan [detail aset jaminan, misalnya sertifikat tanah atau kendaraan] kepada Pihak Pertama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 6: Sanksi Keterlambatan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Pihak Kedua terlambat dalam pembayaran, maka akan dikenakan denda sebesar [besaran denda dalam persen atau nominal, misalnya 5% dari jumlah cicilan per bulan].<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 7: Penyelesaian Perselisihan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah. Jika tidak ditemukan kesepakatan, maka perselisihan akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 8: Penutup<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan kesepakatan dan kesadaran bersama, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditandatangani.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda Tangan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak Pertama,<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikian cara membuat berserta contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa dijadikan referensi untuk bagi para pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Dalam situasi bisnis ataupun kebutuhan pribadi, sering kali transaksi hutang piutang menjadi hal yang biasa. Surat perjanjian hutang piutang sangat membantu untuk menghindari potensi konflik di masa depan, memastikan kedua belah pihak memahami dan menyepakati syarat-syarat pinjaman. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu surat perjanjian hutang piutang, cara membuatnya, dan memberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":9639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[194],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-26T07:50:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/surat-perjanjian-hutang-dan-piutang-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya\",\"datePublished\":\"2024-11-26T07:50:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-26T07:50:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\"},\"wordCount\":887,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Keuangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\",\"name\":\"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-11-26T07:50:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-26T07:50:23+00:00\",\"description\":\"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya","description":"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya","og_description":"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2024-11-26T07:50:23+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":2048,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/surat-perjanjian-hutang-dan-piutang-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya","datePublished":"2024-11-26T07:50:23+00:00","dateModified":"2024-11-26T07:50:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya"},"wordCount":887,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"articleSection":["Keuangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya","name":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2024-11-26T07:50:23+00:00","dateModified":"2024-11-26T07:50:23+00:00","description":"Contoh surat perjanjian hutang piutang yang sah dan cara membuatnya. Pelajari langkah penting membuat perjanjiannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/contoh-surat-perjanjian-hutang-piutang-dan-cara-membuatnya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9623"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9623"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9642,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9623\/revisions\/9642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}