{"id":8370,"date":"2024-06-05T10:01:04","date_gmt":"2024-06-05T03:01:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=8370"},"modified":"2024-06-05T10:01:59","modified_gmt":"2024-06-05T03:01:59","slug":"lembaga-penjamin-simpanan-lps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps","title":{"rendered":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">6<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-8371\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-scaled.jpg\" alt=\"LPS adalah\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-1024x400.jpg 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-768x300.jpg 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-1536x600.jpg 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Banner-Artikel-2048x799.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia. Berikut ulasan lengkap mengenai apa itu LPS, lengkap dengan tugas dan wewenangnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Pengertian LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan\u2028<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut situs resmi LPS, Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi LPS adalah menjamin dan melindungi simpanan\/tabungan nasabah perbankan di Indonesia. Saat terjadi konflik antar nasabah dan lembaga keuangan, LPS berwenang menjadi penengah dan memberikan solusi dari konflik tersebut. LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang sejenis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Latar Belakang Didirikan LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdiri sebagai respons terhadap krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998, di mana 16 bank dilikuidasi, mengakibatkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Kehadiran LPS merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas perekonomian, karena sebagian besar kondisi ekonomi dipengaruhi oleh kesehatan perbankan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendirian LPS didasarkan pada Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 tentang jaminan kewajiban pembayaran bank umum dan Keputusan Presiden No. 193 Tahun 1998 mengenai jaminan kewajiban pembayaran bank perkreditan rakyat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blanket guarantee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau jaminan simpanan, LPS berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan. Hal ini membuat nasabah merasa aman untuk menyimpan uangnya di bank, yang pada akhirnya menjaga stabilitas sistem perbankan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/investasi-publik\"><b>Investasi Publik: Pengertian, Jenis, dan Hambatannya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Perbedaan LPS dan OJK\u2028<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah dua lembaga yang memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengatur sektor keuangan di Indonesia, namun keduanya memiliki peran yang berbeda. Berikut ulasan selengkapnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>LPS (Lembaga Penjamin Simpanan):<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">LPS adalah lembaga independen yang bertugas untuk memberikan perlindungan kepada nasabah bank dalam hal terjadi kegagalan bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi utama LPS adalah memberikan jaminan kepada nasabah bank atas simpanan mereka hingga batas tertentu jika bank tempat mereka menyimpan uang mengalami kebangkrutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batas perlindungan yang diberikan oleh LPS bisa berbeda-beda, tergantung pada peraturan yang berlaku. Pada umumnya, LPS memberikan jaminan hingga sejumlah tertentu per nasabah per bank.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>OJK (Otoritas Jasa Keuangan):<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">OJK adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia, termasuk bank, asuransi, dan pasar modal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi utama OJK adalah untuk memastikan stabilitas sistem keuangan, melindungi kepentingan nasabah, serta mendorong perkembangan sektor keuangan yang sehat dan berkualitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">OJK memiliki wewenang untuk mengeluarkan peraturan, melakukan pengawasan, dan memberikan sanksi terhadap lembaga jasa keuangan yang melanggar peraturan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, perbedaan utama antara LPS dan OJK adalah dalam fungsi dan peran mereka. LPS fokus pada perlindungan simpanan nasabah bank, sementara OJK bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur seluruh sektor jasa keuangan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Lembaga yang Menaungi LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Meskipun demikian, secara lebih luas, LPS juga terkait dengan lembaga dan instansi lain yang terlibat dalam pengawasan dan pengaturan sektor keuangan di Indonesia. Beberapa lembaga yang memiliki keterkaitan dengan LPS antara lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Bank Indonesia (BI)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bank sentral, BI memiliki peran penting dalam pengaturan dan pengawasan sektor keuangan. BI bekerja sama dengan LPS dalam mengawasi bank-bank di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>OJK (Otoritas Jasa Keuangan)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai lembaga yang mengatur seluruh sektor jasa keuangan, OJK juga memiliki keterkaitan dengan LPS. Keduanya bekerja sama dalam rangka menjaga stabilitas sektor keuangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kementerian Keuangan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian Keuangan memiliki peran dalam kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara. Meskipun tidak langsung terkait dengan LPS, kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Keuangan juga dapat berdampak pada sektor keuangan termasuk LPS.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Dewan Komisioner LPS<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Komisioner LPS merupakan lembaga pengambil keputusan di LPS yang terdiri dari para komisioner yang ditunjuk oleh Presiden. Dewan Komisioner ini memegang peran penting dalam menjalankan fungsi LPS.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Bank-bank dan Lembaga Keuangan Lainnya<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank-bank dan lembaga keuangan lainnya juga memiliki keterkaitan dengan LPS karena merupakan lembaga yang dijamin simpanannya oleh LPS. Dalam hal terjadi kegagalan bank, LPS akan bertanggung jawab untuk memberikan jaminan kepada nasabah bank tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang sejarahnya, LPS memiliki beberapa fungsi penting bagi perbankan Indonesia, yakni:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjamin dan melindungi simpanan nasabah yang disimpan melalui bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berusaha memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan wewenang LPS.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga Penjamin Simpanan memiliki tugas dalam menjaga keamanan perbankan Indonesia, yakni:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merumuskan dan menetapkan kebijakan terkait penjaminan dan perlindungan simpanan nasabah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan penjaminan simpanan setelah nasabah mengajukan klaim.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berperan aktif dalam perumusan dan penetapan kebijakan untuk memelihara stabilitas sistem perbankan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah Bank Gagal yang tidak berdampak secara sistemik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Wewenang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun wewenang Lembaga Penjamin Simpanan adalah:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan tata cara, syarat, dan ketentuan pembayaran klaim.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih pihak lain sebagai perwakilan LPS untuk menjalankan sebagian tugas tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memaksimalkan penyuluhan kepada masyarakat dan bank terkait LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memutuskan sanksi administratif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menetapkan dan meminta premi jaminan dari nasabah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menetapkan nominal dan memungut kontribusi kepada bank yang baru menjadi peserta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola kekayaan dan melaksanakan kewajiban LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki data kesehatan dan laporan keuangan bank, simpanan nasabah, dan laporan hasil pemeriksaan bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan rekonsiliasi, verifikasi, dan konfirmasi atas data nasabah yang mengajukan klaim.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Kewajiban Bank dan Lembaga Keuangan Peserta LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank dan lembaga keuangan lain yang ingin menjadi peserta perlindungan LPS memiliki beberapa kewajiban, yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengumpulkan dokumen salinan perizinan, akta pendirian, dan tingkat kesehatan bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membayar kontribusi sebagai peserta sebesar 0.1% dari ekuitas secara rutin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membayar premi secara rutin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat laporan secara berkala kemudian diserahkan kepada LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan dokumen, data, dan informasi yang dibutuhkan kepada LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyimpan bukti kepesertaan LPS di kantor bank agar masyarakat mengetahuinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyetujui seluruh ketentuan LPS dengan membuat surat pernyataan Direksi, Komisaris &amp; Pemegang Saham.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkomitmen memenuhi seluruh aturan LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertanggung jawab atas pelanggaran dan kelalaian, serta bersedia melepaskan segala hak apabila bank gagal yang diselamatkan atau dilikuidasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/cara-tarik-tunai-tanpa-kartu\"><b>Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu di Semua Jenis ATM<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Syarat Simpanan bisa Dijamin LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai informasi, tidak seluruh jenis dan produk simpanan dapat dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Ada beberapa syarat simpanan akan memperoleh jaminan dan pelindungan oleh Lembaga Penjamin Simpanan, yakni:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai tabungan dengan saldo pada tanggal pencabutan izin usaha bank juga akan dijamin pula.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo yang dimaksud nomor 1 meliputi: Pokok simpanan ditambah bagi hasil sebagai hak nasabah yang timbul karena transaksi prinsip syariah; Pokok simpanan ditambah suku bunga sebagai hak nasabah dari transaksi produk konvensional; Simpanan yang mengandung komponen diskonto akan tercatat pada bilyet giro sejak nilai saat ini per tanggal pencabutan izin usaha.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan adalah hasil penjumlahan saldo seluruh rekening simpanan nasabah baik tunggal dan gabungan (joint account) dalam satu bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika nasabah memiliki dua rekening antara tunggal dan gabungan (joint account), maka saldo rekening yang dihitung terlebih dahulu oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah saldo rekening tunggal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah sertifikat deposito, giro, deposito, tabungan, dan bentuk lain yang diakui bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jaminan simpanan syariah oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah sebagai berikut: Giro sesuai Prinsip Wadiah; Giro sesuai Prinsip Mudharabah; Tabungan sesuai Prinsip Wadiah;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tabungan sesuai Prinsip Mudharabah Muthlaqah atau Prinsip Mudharabah Muqayyadah yang resikonya ditanggung oleh bank;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deposito dengan prinsip syariah Mudharabah muthlaqah dan muqayyadah yang resikonya ditanggung pihak bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simpanan dengan prinsip syariah lainnya dijamin setelah mendapat pertimbangan LPP.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simpanan yang berasal dari bank lain juga terjamin oleh LPS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila nasabah memiliki rekening untuk pihak lain dengan bukti secara tertulis, maka saldo rekening yang dihitungkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah saldo rekening milik pihak lain (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beneficiary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang bersangkutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah maksimal dana yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah Rp2 miliar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Penyebab Klaim Tidak Diterima LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda punya masalah dana dengan lembaga keuangan tertentu, Anda dapat mengajukan klaim terhadap LPS. Nantinya, LPS akan langsung menyelidiki masalah tersebut dan menghubungkannya ke lembaga terkait.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja, tidak semua laporan nasabah dapat diproses LPS. Ada beberapa hal yang mengakibatkan dana atau produk keuangan perbankan tidak mendapatkan klaim jaminan dari LPS, yaitu karena:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data nasabah pelapor tidak tercatat pada bank.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nasabah pelapor diuntungkan secara tidak wajar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nasabah pelaporlah yang menyebabkan keadaan bank tidak sehat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Waktu Pembayaran Klaim dari LPS<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembayaran dan klaim jaminan dari LPS akan dilakukan paling lambat 5 hari kerja terhitung sejak verifikasi. Besaran simpanan yang layak dibayarkan dan disetujui oleh Lembaga Penjamin Simpanan adalah simpanan yang telah mengalami rekonsiliasi dan verifikasi dalam jangka waktu maksimal 90 hari setelah pencabutan izin usaha bank.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/cara-mendapatkan-modal-usaha\"><b>Perlu Modal Usaha? Simak 15 Cara Mendapatkan Modal Usaha Berikut<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Awas Investasi Bodong! Investasi #TransparanBikinAman Hanya di Bizhare<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring makin banyaknya kasus investasi bodong di Indonesia, <\/span><b>Bizhare<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform securities crowdfunding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nomor 1 di Indonesia berkomitmen untuk menjunjung asas transparansi dan keamanan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">end-to-end<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui Bizhare, Anda dapat berinvestasi dalam aneka bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">franchise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan lebih percaya diri. Dukungan dari Bizhare dalam menerapkan tips-tips aman bertransaksi online, seperti menggunakan sistem pembayaran yang terverifikasi dan memeriksa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">track record<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisnis, berhasil memberikan kepastian bahwa investasi Anda dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar dan dijamin terhindar dari risiko penipuan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara rutin, Bizhare juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap bisnis-bisnis tersebut secara berkala. Laporan keuangan tiap bisnis juga selalu diterbitkan tiap bulan agar bisa dipantau oleh para investor.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini merupakan komitmen Bizhare agar para investor, baik lama maupun baru, bisa terus berinvestasi di Bizhare, karena seperti slogan andalannya, <\/span><b>#TransparanBikinAman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Lengkap: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/skema-investasi-bisnis-bizhare\"><b>Skema Investasi Bisnis &amp; Pendanaan di Bizhare, Transparan &amp; Aman!<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak heran, berkat konsistensi Bizhare dalam menjunjung transparansi dan keamanan berinvestasi, Bizhare berhasil mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor SK: 38\/D.04\/2021 sebagai Penyelenggara Securities Crowdfunding. Artinya, Bizhare beroperasi sesuai dengan standar dan regulasi yang ketat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bizhare juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISO\/IEC 27001:2013 dari Soci\u00e9t\u00e9 G\u00e9n\u00e9rale de Surveillance (SGS), auditor independen yang terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Dengan demikian, Bizhare memastikan bahwa data investor aman dan tidak akan bocor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lengkap mengenai <\/span><b>#TransparanBikinAman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, silakan tekan button di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"btn-article\" href=\"https:\/\/bizhare.onelink.me\/ZDYX\/cbe2yqi3\"><b>#TransparanBikinAman Sekarang<\/b><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">6<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia. Berikut ulasan lengkap mengenai apa itu LPS, lengkap dengan tugas dan wewenangnya. &nbsp; Pengertian LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan\u2028 &nbsp; Menurut situs resmi LPS, Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":8372,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[194],"tags":[202,251],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-05T03:01:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-05T03:01:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Thumbnail-Artikel-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK\",\"datePublished\":\"2024-06-05T03:01:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-05T03:01:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\"},\"wordCount\":1656,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Keuangan\",\"Info Keuangan\"],\"articleSection\":[\"Keuangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\",\"name\":\"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-05T03:01:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-05T03:01:59+00:00\",\"description\":\"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK","description":"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK","og_description":"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2024-06-05T03:01:04+00:00","article_modified_time":"2024-06-05T03:01:59+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":2048,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/CNV-SEO-145_Apa-itu-LPS__Thumbnail-Artikel-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK","datePublished":"2024-06-05T03:01:04+00:00","dateModified":"2024-06-05T03:01:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps"},"wordCount":1656,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Keuangan","Info Keuangan"],"articleSection":["Keuangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps","name":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2024-06-05T03:01:04+00:00","dateModified":"2024-06-05T03:01:59+00:00","description":"LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan independen yang bertugas untuk menjamin simpanan nasabah di bank-bank Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/lembaga-penjamin-simpanan-lps#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu LPS? Simak Fungsi, Tugas, Wewenang, dan Perbedaannya dengan OJK"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8370"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8370"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8373,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8370\/revisions\/8373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}