{"id":7801,"date":"2024-05-15T14:30:42","date_gmt":"2024-05-15T07:30:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=7801"},"modified":"2024-05-15T14:34:07","modified_gmt":"2024-05-15T07:34:07","slug":"pajak-pertambahan-nilai-ppn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn","title":{"rendered":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-7802\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-scaled.jpg\" alt=\"Pajak Pertambahan Nilai (PPN)\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-1024x400.jpg 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-768x300.jpg 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-1536x600.jpg 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Banner-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-2048x799.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu instrumen pajak yang memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. PPN dikenal sebagai pajak tidak langsung yang dikenakan pada setiap tahap produksi dan distribusi barang maupun jasa. Melalui mekanisme ini, PPN menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Apa itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>PPN<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><b>Pajak Pertambahan Nilai <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. PPN dikenakan atas setiap tahap perpindahan barang dan\/atau jasa dari produsen ke konsumen akhir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar hukum PPN diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. PPN merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang penting dan digunakan untuk pembangunan negara serta penyediaan fasilitas umum bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/cara-menghitung-pajak-penghasilan-pph\"><b>Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) &amp; Simulasinya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Objek PPN (Pajak Pertambahan Nilai)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir situs Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, beberapa yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau Objek PPN adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan\/atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impor BKP dan\/atau pemanfaatan JKP\/BKP Tak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspor BKP dan\/atau JKP.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerahan aktiva oleh PKP yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/konsultan-pajak-bisnis\"><b>Peran dan Fungsi Konsultan Pajak untuk Bisnis Anda<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditetapkan dalam Undang-Undang No. 42 tahun 2009 pasal 7, yang kemudian diubah oleh Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP) pada bab IV pasal 7 ayat (1). Berikut adalah poin-poin terkait tarif PPN:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tarif PPN adalah 11% (sebelas persen).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tarif PPN akan naik menjadi 12% paling lambat pada 1 Januari 2025.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan tarif PPN diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dalam undang-undang yang baru tersebut, disebutkan bahwa barang-barang kebutuhan pokok yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pendidikan, dan jasa pelayanan sosial mendapatkan fasilitas pembebasan PPN.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Apa Saja yang Tidak Termasuk Objek PPN?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir situs Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, berikut adalah barang dan jasa yang tidak termasuk objek PPN:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barang hasil pertambangan, penggalian, dan pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti beras, gabah, jagung, sagu, kedelai; garam, baik yang beryodium maupun tidak; daging segar; telur; susu; buah-buahan segar; dan sayur-sayuran segar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, kecuali yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uang, emas batangan, dan surat berharga seperti saham dan obligasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minyak mentah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gas bumi, kecuali gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panas bumi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomit, felspar, garam batu, grafit, granit\/andesit, gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, opsidien, oker, pasir dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat, talk, tanah serap, tanah diatome, tanah liat, tawas, tras, yarosif, zeolit, basal, dan trakkit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta bijih bauksit.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/mengenal-instrumen-investasi-jangka-waktu-hingga-jenis-jenisnya\"><b>Mengenal Instrumen Investasi, Jangka Waktu, Hingga Jenis-Jenisnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Manfaat Pajak Pertambahan Nilai (PPN)<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memiliki beberapa manfaat, antara lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Sumber Pendapatan Negara<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPN menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan. Pendapatan ini dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pengaturan Konsumsi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPN dapat menjadi instrumen untuk mengatur pola konsumsi masyarakat. Dengan memberlakukan tarif PPN yang berbeda untuk barang-barang tertentu, pemerintah dapat mendorong masyarakat untuk mengonsumsi barang yang dianggap lebih penting atau mengurangi konsumsi barang yang dianggap merugikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Mendorong Kepatuhan Pajak<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPN dapat membantu mendorong kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Sebagai pajak yang dikenakan pada setiap transaksi jual-beli, PPN lebih mudah untuk dipantau dan dikelola oleh pemerintah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pemerataan Pendapatan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui PPN, pemerintah dapat mengumpulkan dana dari berbagai lapisan masyarakat, baik dari kalangan atas maupun bawah. Hal ini dapat membantu dalam pemerataan pendapatan dan mendukung program-program pengentasan kemiskinan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Perlindungan Industri Dalam Negeri<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memberlakukan tarif PPN yang berbeda untuk barang impor, pemerintah dapat memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri agar tetap dapat bersaing dengan barang-barang impor.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Stabilitas Ekonomi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPN juga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dengan mengatur permintaan dan penawaran barang. Dengan mengontrol konsumsi melalui tarif PPN, pemerintah dapat mengendalikan inflasi dan meminimalkan fluktuasi ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, PPN memiliki manfaat sebagai sumber pendapatan negara, mendorong kepatuhan pajak, mengatur keseimbangan ekonomi, dan mendorong produksi dalam negeri. Penerapan PPN dapat diilustrasikan dengan contoh perusahaan yang memproduksi meja. Dengan demikian, pemahaman tentang PPN menjadi penting dalam konteks ekonomi dan bisnis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/opportunity-cost\"><b><i>Opportunity Cost<\/i><\/b><b>: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Awas Investasi Bodong! Investasi #TransparanBikinAman Hanya di Bizhare<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring makin banyaknya kasus investasi bodong di Indonesia, <\/span><b>Bizhare<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform securities crowdfunding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nomor 1 di Indonesia berkomitmen untuk menjunjung asas transparansi dan keamanan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">end-to-end<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui Bizhare, Anda dapat berinvestasi dalam proyek-proyek properti yang menjanjikan dengan lebih percaya diri. Dukungan dari Bizhare dalam menerapkan tips-tips aman bertransaksi online, seperti menggunakan sistem pembayaran yang aman dan memeriksa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">track record<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisnis, berhasil memberikan kepastian bahwa investasi Anda dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar dan dijamin terhindar dari risiko penipuan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara rutin, Bizhare juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap bisnis-bisnis tersebut secara berkala. Laporan keuangan tiap bisnis juga selalu diterbitkan tiap bulan agar bisa dipantau oleh para investor.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini merupakan komitmen Bizhare agar para investor, baik lama maupun baru, bisa terus berinvestasi di Bizhare, karena seperti slogan andalannya, <\/span><b>#TransparanBikinAman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak heran, berkat konsistensi Bizhare dalam menjunjung transparansi dan keamanan berinvestasi, Bizhare berhasil mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor SK: 38\/D.04\/2021 sebagai Penyelenggara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Securities Crowdfunding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Artinya, Bizhare beroperasi sesuai dengan standar dan regulasi yang ketat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bizhare juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISO\/IEC 27001:2013 dari Soci\u00e9t\u00e9 G\u00e9n\u00e9rale de Surveillance (SGS), auditor independen yang terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Dengan demikian, Bizhare memastikan bahwa data investor aman dan tidak akan bocor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lengkap mengenai <\/span><b>#TransparanBikinAman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, silakan tekan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">button<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"btn-article\" href=\"https:\/\/bizhare.onelink.me\/ZDYX\/cbe2yqi3\"><b>#TransparanBikinAman Sekarang<\/b><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu instrumen pajak yang memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. PPN dikenal sebagai pajak tidak langsung yang dikenakan pada setiap tahap produksi dan distribusi barang maupun jasa. Melalui mekanisme ini, PPN menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan. &nbsp; Apa itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[194],"tags":[79,255],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-15T07:30:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-15T07:34:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Thumbnail-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?\",\"datePublished\":\"2024-05-15T07:30:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-15T07:34:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\"},\"wordCount\":1057,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Bisnis\",\"Info Bisnis\"],\"articleSection\":[\"Keuangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\",\"name\":\"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-15T07:30:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-15T07:34:07+00:00\",\"description\":\"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?","description":"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?","og_description":"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2024-05-15T07:30:42+00:00","article_modified_time":"2024-05-15T07:34:07+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":2048,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Thumbnail-Artikel_CNV-SEO-114_Apa-Itu-Pajak-Pertambahan-Nilai-PPN_-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?","datePublished":"2024-05-15T07:30:42+00:00","dateModified":"2024-05-15T07:34:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn"},"wordCount":1057,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Bisnis","Info Bisnis"],"articleSection":["Keuangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn","name":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2024-05-15T07:30:42+00:00","dateModified":"2024-05-15T07:34:07+00:00","description":"PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/pajak-pertambahan-nilai-ppn#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7801"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7804,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7801\/revisions\/7804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}