{"id":7318,"date":"2024-02-06T18:00:02","date_gmt":"2024-02-06T11:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=7318"},"modified":"2024-02-06T11:45:20","modified_gmt":"2024-02-06T04:45:20","slug":"sunk-cost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost","title":{"rendered":"Apa itu Sunk Cost: Contoh &#038; Cara Menguranginya"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-7319\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-scaled.jpg\" alt=\"sunk cost adalah\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-1024x400.jpg 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-768x300.jpg 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-1536x600.jpg 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Banner-Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya-2048x799.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia bisnis, pengambilan keputusan menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan. Salah satu konsep yang penting untuk dipahami oleh para pengusaha adalah &#8220;<\/span><b><i>sunk cost<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; atau biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan cara meminimalisirnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Apa Itu <\/b><b><i>Sunk Cost<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Sunk cost<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Biaya tersebut sudah mencakup semua investasi finansial, waktu, atau sumber daya lainnya yang sudah dihabiskan untuk suatu proyek, keputusan, atau aktivitas tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk memahami bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak dapat diubah atau dipulihkan, sehingga tidak seharusnya menjadi dasar utama dalam pertimbangan keputusan bisnis selanjutnya. Konsep ini menekankan perlunya fokus pada situasi dan kondisi saat ini, serta kemungkinan hasil yang dapat dicapai di masa depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seringkali, banyak perusahaan jatuh pada <\/span><b><i>sunk cost fallacy<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stakeholders<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjebak pada penalaran berpikir bahwa keputusan di masa depan dipengaruhi oleh biaya yang sudah dikeluarkan di masa lalu, meskipun seharusnya tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan ini muncul ketika seseorang merasa terikat untuk melanjutkan suatu keputusan atau investasi hanya karena mereka sudah menghabiskan sejumlah besar waktu, uang, atau sumber daya lainnya pada hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, bayangkan sebuah perusahaan yang telah menginvestasikan sejumlah besar uang dan waktu dalam pengembangan produk baru. Jika selama proses pengembangan terjadi perubahan pasar yang signifikan atau teknologi baru yang membuat produk tersebut kurang relevan, para pengambil keputusan perlu mempertimbangkan apakah melanjutkan investasi lebih lanjut masih masuk akal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks ini, biaya yang sudah dikeluarkan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) seharusnya tidak menjadi alasan untuk terus melanjutkan proyek jika analisis menyatakan bahwa proyek tersebut tidak lagi menguntungkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/strategi-bisnis\"><b>7 Strategi Bisnis Paling Efektif dan Menguntungkan di Tahun 2024<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Contoh <\/b><b><i>Sunk Cost<\/i><\/b><b> dalam Bisnis<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diingat bahwa keputusan bisnis seharusnya didasarkan pada pertimbangan masa depan dan manfaat ekonomis yang mungkin diperoleh, bukan hanya pada biaya yang sudah dikeluarkan. Berikut adalah beberapa contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Investasi Teknologi Lama<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan yang telah menginvestasikan sejumlah besar uang dalam sistem teknologi yang kini sudah usang atau tidak efisien. Meskipun biaya sudah dikeluarkan, keputusan untuk beralih ke teknologi baru yang lebih efisien seharusnya tidak dipengaruhi oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pengembangan Produk Gagal<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah perusahaan mungkin sudah menghabiskan dana besar untuk mengembangkan suatu produk, namun ternyata produk tersebut tidak laku di pasaran. Meskipun sudah banyak uang yang dihabiskan, perusahaan seharusnya tidak terus mempertahankan produk tersebut hanya karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pembelian Peralatan yang Tidak Efisien<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelian peralatan atau mesin yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Meskipun peralatan tersebut mahal, keputusan untuk menggantinya dengan yang lebih efisien seharusnya tidak dipengaruhi oleh biaya yang sudah dikeluarkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pembelian Saham yang Merugi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika seorang investor sudah menginvestasikan sejumlah besar uang dalam suatu saham yang sejak itu mengalami kerugian, keputusan untuk tetap memegang saham tersebut seharusnya tidak hanya didasarkan pada jumlah uang yang sudah diinvestasikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Proyek Pembangunan yang Terhenti<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah proyek konstruksi atau pembangunan terpaksa dihentikan karena beberapa alasan, biaya yang sudah dikeluarkan untuk tahap awal proyek tersebut seharusnya tidak mempengaruhi keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan proyek.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Apa Perbedaan <\/b><b><i>Sunk Cost<\/i><\/b><b> dan <\/b><b><i>Opportunity Cost<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan utama antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">opportunity cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terletak pada waktu kejadian dan fokus keputusan yang diambil. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah biaya yang sudah terjadi dan tidak dapat dikembalikan, sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">opportunity cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah nilai yang hilang karena memilih satu opsi daripada yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">opportunity cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara rinci bisa Anda baca lewat poin di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Sunk Cost<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi pada masa lampau, merupakan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Keputusan yang diambil tidak seharusnya dipengaruhi oleh sunk cost ini, karena sudah tidak dapat diubah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Opportunity Cost<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait dengan pilihan yang harus dibuat di antara opsi yang ada pada saat ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Opportunity cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan nilai tertinggi dari opsi terbaik yang dikorbankan ketika memilih opsi lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pengambilan keputusan yang efektif, penting untuk fokus pada faktor-faktor masa depan dan mengabaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/opportunity-cost\"><b><i>Opportunity Cost<\/i><\/b><b>: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Bagaimana Cara Menghindari<\/b><b><i> Sunk Cost<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, kita akan membahas bagaimana menghindari jebakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mengambil langkah-langkah yang rasional dan strategis untuk menjamin keberlanjutan dan kesuksesan bisnis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Evaluasi Keputusan dengan Rasional<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, penting untuk selalu mengevaluasi keputusan bisnis dengan rasional. Pisahkan emosi dari proses pengambilan keputusan dan fokus pada fakta serta analisis yang objektif. Hindari terjebak dalam pandangan bahwa investasi yang sudah dilakukan harus terus diperjuangkan tanpa mempertimbangkan hasil yang mungkin di masa depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Tetap Fleksibel dalam Perencanaan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fleksibilitas adalah kunci untuk menghindari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bisnis dan kondisi pasar dapat berubah dengan cepat, dan perencanaan yang awalnya baik mungkin tidak lagi relevan. Selalu terbuka untuk perubahan dan siap untuk menyesuaikan strategi jika diperlukan. Jangan terlalu terikat pada rencana awal hanya karena sudah banyak waktu atau sumber daya yang diinvestasikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Selalu Pertimbangkan <\/b><b><i>Cost\u2013Benefit<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengambil keputusan, lakukan analisis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost\u2013benefit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara cermat. Tinjau kembali tujuan dan ekspektasi awal, dan bandingkan dengan situasi terkini. Jika proyek atau investasi tidak lagi sesuai dengan tujuan atau tidak memberikan nilai tambah yang diharapkan, pertimbangkan untuk menghentikan atau mengubah arahnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Gunakan Metode Pengambilan Keputusan yang Sistematis<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terapkan metode pengambilan keputusan yang sistematis, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/analisis-swot\"><b>analisis SWOT (<\/b><b><i>Strengths<\/i><\/b><b>, <\/b><b><i>Weaknesses<\/i><\/b><b>, <\/b><b><i>Opportunities<\/i><\/b><b>, <\/b><b><i>Threats<\/i><\/b><b>)<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pendekatan proses keputusan yang formal. Dengan menggunakan metode ini, keputusan dapat didasarkan pada data dan fakta, bukan pada dorongan emosional atau keterikatan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Tanyakan Pertanyaan Kritis<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melanjutkan suatu proyek atau investasi, tanyakan pertanyaan kritis, seperti &#8220;Apakah keputusan ini masih sejalan dengan tujuan bisnis?&#8221; atau &#8220;Apakah keuntungan yang diharapkan masih sebanding dengan biaya yang akan dikeluarkan?&#8221; Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu menyoroti apakah keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional atau hanya karena<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Terus Memonitor dan Evaluasi Kinerja<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara rutin monitor dan evaluasi kinerja suatu proyek atau investasi. Jika hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi atau kondisi pasar berubah, bersiaplah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Jangan ragu untuk menghentikan investasi lebih lanjut jika proyek tidak lagi memberikan nilai tambah yang diharapkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami dan mengakui konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, para pemimpin bisnis dapat membuat keputusan yang lebih objektif dan berfokus pada keuntungan di masa depan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sunk cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bagian integral dari pembuatan keputusan yang bijak, memungkinkan fleksibilitas dan adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar dan lingkungan bisnis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Dalam dunia bisnis, pengambilan keputusan menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan. Salah satu konsep yang penting untuk dipahami oleh para pengusaha adalah &#8220;sunk cost&#8221; atau biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai konsep sunk cost dan cara meminimalisirnya. &nbsp; Apa Itu Sunk Cost? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[196],"tags":[79,255],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Sunk Cost: Contoh &amp; Cara Menguranginya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Sunk Cost: Contoh &amp; Cara Menguranginya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-06T11:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-06T04:45:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Thumbnail_Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Apa itu Sunk Cost: Contoh &#038; Cara Menguranginya\",\"datePublished\":\"2024-02-06T11:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-06T04:45:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\"},\"wordCount\":1047,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Bisnis\",\"Info Bisnis\"],\"articleSection\":[\"Bisnis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\",\"name\":\"Apa itu Sunk Cost: Contoh & Cara Menguranginya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-02-06T11:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-06T04:45:20+00:00\",\"description\":\"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Sunk Cost: Contoh &#038; Cara Menguranginya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Sunk Cost: Contoh & Cara Menguranginya","description":"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu Sunk Cost: Contoh & Cara Menguranginya","og_description":"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2024-02-06T11:00:02+00:00","article_modified_time":"2024-02-06T04:45:20+00:00","og_image":[{"width":1350,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/0202_Thumbnail_Artikel-Media_Apa-itu-Sunk-Cost-Contoh-Cara-Menguranginya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Apa itu Sunk Cost: Contoh &#038; Cara Menguranginya","datePublished":"2024-02-06T11:00:02+00:00","dateModified":"2024-02-06T04:45:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost"},"wordCount":1047,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Bisnis","Info Bisnis"],"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost","name":"Apa itu Sunk Cost: Contoh & Cara Menguranginya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2024-02-06T11:00:02+00:00","dateModified":"2024-02-06T04:45:20+00:00","description":"Sunk cost, dalam konteks bisnis, adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan. Berikut ulasan lengkapnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/sunk-cost#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Sunk Cost: Contoh &#038; Cara Menguranginya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7318"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7318"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7322,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7318\/revisions\/7322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}