{"id":7003,"date":"2024-01-13T18:00:06","date_gmt":"2024-01-13T11:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=7003"},"modified":"2024-01-11T16:44:37","modified_gmt":"2024-01-11T09:44:37","slug":"force-majeure","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure","title":{"rendered":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-7004\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-scaled.webp\" alt=\"force majeure adalah\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-scaled.webp 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-500x195.webp 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-1024x400.webp 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-768x300.webp 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-1536x600.webp 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Banner-Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia-2048x799.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam konteks hukum, adalah suatu keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia dan sulit diprediksi. Keadaan ini dapat berdampak signifikan terhadap pelaksanaan suatu perjanjian atau kontrak. Berikut ulasan lengkap mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jenis, dan hukumnya di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Pengertian <\/b><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Force majeure<\/em> adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia dan sulit diprediksi, sehingga menghambat atau menghalangi pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian. Keadaan ini mencakup berbagai kejadian seperti bencana alam, perang, pandemi, ketidakstabilan politik, atau perubahan hukum yang tidak dapat diantisipasi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri berasal dari bahasa Prancis, yang secara harfiah berarti &#8220;kekuatan besar&#8221; atau &#8220;kejadian yang tak terduga&#8221;. Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membebaskan pihak yang terkena dampak dari tanggung jawab hukum atas ketidakmampuan mereka untuk memenuhi kewajiban kontrak akibat kejadian di luar kendali mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga terinspirasi dari hukum Romawi yang dikenal sebagai &#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vis major<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;. Di sini, keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia dapat menghapuskan tanggung jawab hukum yang berlaku. Hal itu kemudian diadaptasi dalam sistem hukum perdata Prancis yang kini dikenal di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/risiko-bisnis\"><b>Risiko Bisnis: Pengertian, Jenis, &amp; Cara Mengatasinya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Jenis <\/b><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sering ditemui di berbagai belahan dunia dan dapat diuraikan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> Objektif<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis force majeure ini erat kaitannya dengan benda yang menjadi fokus kontrak. Sebagai contoh, jika objek kontrak mengalami kerusakan atau hilang karena kebakaran atau banjir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Force Majeure Subjektif<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan jenis sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini lebih menekankan pada kondisi seorang debitur yang tidak dapat memenuhi kewajibannya karena adanya peristiwa tak terduga pada saat kontrak dibuat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> Absolut<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti namanya, kondisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memaksa debitur untuk tidak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sama sekali atau sering disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impossibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebagai contoh, ketika barang yang menjadi objek kontrak tidak lagi tersedia di pasaran karena produksinya dihentikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> Relatif<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan jenis sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> relatif bersifat lebih fleksibel atau disebut juga sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impractically<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Contohnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang aktivitas ekspor-impor suatu barang. Biarpun tidak bisa dikendalikan, namun kondisi ini masih bisa diatasi, misalnya dengan mengimpor langsung barang yang dibutuhkan dari luar negeri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> Permanen<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> permanen terjadi ketika kedua belah pihak tidak dapat menjalankan hak dan kewajibannya secara keseluruhan. Contohnya, seniman yang terikat dalam sebuah kontrak menderita penyakit yang menghambat kondisi fisiknya. Jika seniman tersebut dinyatakan tidak dapat sembuh, maka kontrak tidak dapat dilaksanakan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> Temporer<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> temporer berlaku ketika hak dan kewajiban tidak dapat dilaksanakan hanya untuk sementara waktu. Dengan kata lain, kewajiban dan hak tersebut mungkin dapat dipenuhi di waktu yang lain. Sebagai contoh, dalam perjanjian pegadaian produk yang dihentikan sementara karena mogok kerja pegawai. Setelah keadaan membaik, produksi dapat kembali berjalan seperti semula.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/ide-bisnis-kuliner\"><b>20 Ide Bisnis Kuliner yang Menjanjikan &amp; Paling Laku Hanya dengan Modal Kecil<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Hukum <\/b><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><b> di Indonesia<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, dasar hukum mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer) Pasal 1244 dan Pasal 1245.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pasal 1244 KUHPer\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDebitur harus dihukum untuk mengganti biaya, kerugian dan bunga apabila ia tidak dapat membuktikan bahwa tidak dilaksanakannya perikatan itu atau tidak tepatnya waktu dalam melaksanakan perikatan itu disebabkan oleh sesuatu hal yang tak terduga atau yang tak dapat dipertanggungkan kepadanya walaupun tidak ada itikad buruk kepadanya.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pasal di atas, dapat diketahui bahwa seorang debitur wajib memenuhi perjanjian serta kewajibannya kepada kreditur. Jika tidak sanggup, maka debitur akan diberikan hukuman sesuai peraturan yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pasal 1245 KUHPer\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak ada penggantian biaya, kerugian, dan bunga bila karena keadaan memaksa atau karena hal yang terjadi secara kebetulan, debitur terhalang untuk memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau melakukan suatu perbuatan yang terlarang baginya.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal di atas menjelaskan keadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa terjadi pada seorang debitur sehingga tidak bisa memenuhi perjanjian dan kewajibannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/bisnis-sampingan\"><b>10 Ide Bisnis Sampingan yang Paling Cuan di Tahun 2023<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Contoh <\/b><b><i>Force Majeure<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merujuk pada keadaan atau peristiwa yang di luar kendali manusia dan sulit diprediksi. Dalam konteks hukum, terdapat beberapa contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Bencana Alam<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis Force Majeure yang sering terjadi adalah bencana alam. Gempa bumi, banjir, badai, dan kejadian alam lainnya dapat memiliki dampak signifikan pada pelaksanaan suatu kontrak. Karena sifatnya yang tidak dapat dihindari, bencana alam dianggap sebagai force majeure.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Perang dan Konflik<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik bersenjata, entah itu perang antarnegara atau konflik internal, dapat dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Keadaan politik yang tidak stabil dan perang dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk melaksanakan kewajiban kontrak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pandemi dan Wabah Penyakit<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian seperti pandemi atau wabah penyakit, seperti yang terjadi pada pandemi COVID-19, dapat dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dampak yang luas dan sulit diprediksi dari penyebaran penyakit dapat mengakibatkan gangguan serius pada pelaksanaan kontrak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Ketidakstabilan Politik<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakstabilan politik, termasuk pergolakan politik, kudeta, atau keadaan politik yang tidak stabil, merupakan jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Perubahan drastis dalam keadaan politik suatu negara dapat mempengaruhi pelaksanaan kontrak secara negatif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kebakaran dan Kecelakaan Besar<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebakaran besar atau kecelakaan industri yang signifikan juga dapat dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kejadian-kejadian ini dapat menyebabkan kerugian besar dan menghambat kemampuan pihak yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban kontrak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Perubahan Hukum atau Peraturan Pemerintah<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan mendadak dalam hukum atau peraturan pemerintah yang berdampak pada pelaksanaan kontrak dapat dianggap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kondisi ini mencakup perubahan regulasi atau kebijakan yang tidak dapat diprediksi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/studi-kelayakan-bisnis\"><b>Apa itu Studi Kelayakan Bisnis? Pahami Definisi, Tujuan, Aspek, dan Contohnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam situasi-situasi tertentu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menjadi pelindung bagi pihak yang terkena dampak kejadian di luar kendali mereka. Namun, klaim Force Majeure tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan syarat-syarat tertentu harus dipenuhi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami pengertian, jenis, dan hukum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia, pihak yang terlibat dalam kontrak dapat mengelola risiko dengan lebih baik dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Force majeure, dalam konteks hukum, adalah suatu keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia dan sulit diprediksi. Keadaan ini dapat berdampak signifikan terhadap pelaksanaan suatu perjanjian atau kontrak. Berikut ulasan lengkap mengenai force majeure, jenis, dan hukumnya di Indonesia. &nbsp; Pengertian Force Majeure &nbsp; Force majeure adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[196],"tags":[79,255],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-13T11:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-11T09:44:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Thumbnail_Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia\",\"datePublished\":\"2024-01-13T11:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-11T09:44:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\"},\"wordCount\":981,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Bisnis\",\"Info Bisnis\"],\"articleSection\":[\"Bisnis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\",\"name\":\"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-01-13T11:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-11T09:44:37+00:00\",\"description\":\"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia","description":"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia","og_description":"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2024-01-13T11:00:06+00:00","article_modified_time":"2024-01-11T09:44:37+00:00","og_image":[{"width":1350,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/0108_Thumbnail_Artikel-Media_Force-Majeure-Pengertian-Jenis-dan-Hukumnya-di-Indonesia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia","datePublished":"2024-01-13T11:00:06+00:00","dateModified":"2024-01-11T09:44:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure"},"wordCount":981,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Bisnis","Info Bisnis"],"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure","name":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2024-01-13T11:00:06+00:00","dateModified":"2024-01-11T09:44:37+00:00","description":"Force majeure adalah keadaan yang terjadi di luar kendali manusia, sehingga menghambat pelaksanaan suatu kontrak atau perjanjian.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/bisnis\/force-majeure#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Force Majeure: Pengertian, Jenis, dan Hukumnya di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7003"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7003"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7007,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7003\/revisions\/7007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}