{"id":5357,"date":"2023-09-17T18:00:35","date_gmt":"2023-09-17T11:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=5357"},"modified":"2023-09-14T16:22:47","modified_gmt":"2023-09-14T09:22:47","slug":"financial-distress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress","title":{"rendered":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &#038; Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-large wp-image-5358\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-1024x400.jpg\" alt=\"financial distress adalah\" width=\"1024\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-1024x400.jpg 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-768x300.jpg 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-1536x600.jpg 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Banner-Artikel_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya-2048x799.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia bisnis penuh dengan tantangan dan risiko. Salah satu risiko yang dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan adalah financial distress. Bizhare akan membahas secara mendalam mengenai pengertian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jenis-jenisnya, tanda-tanda yang mengindikasikan perusahaan mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga cara mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Pengertian <\/b><b><i>Financial Distress<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Financial distress<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dapat mencakup keterlambatan dalam pembayaran utang, kerugian berkelanjutan, dan penurunan signifikan dalam pendapatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Financial distress dapat menjadi tanda awal bahwa suatu perusahaan sedang menghadapi masalah serius yang dapat mengancam kelangsungannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/apa-itu-deflasi\"><b>Apa Itu Deflasi: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis <\/b><b><i>Financial Distress<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, ada beberapa jenis kesulitan keuangan atau financial distress yang bisa terjadi pada sebuah perusahaan. Berikut ulasannya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Business Failure<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business failure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi ketika suatu perusahaan tidak lagi mampu menghasilkan keuntungan yang cukup untuk menjalankan operasionalnya. Penurunan penjualan, ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan pasar, atau kesalahan manajemen dapat menjadi penyebab utama dari jenis financial distress ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Technical Insolvency<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Technical insolvency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengacu pada situasi di mana total kewajiban finansial perusahaan melebihi total aset yang dimilikinya. Meskipun belum ada pembayaran yang gagal, namun kondisi ini dapat menjadi pertanda bahwa perusahaan sedang mengalami kesulitan likuiditas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Economic Failure<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Economic failure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi ketika perusahaan tidak dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Fluktuasi ekonomi yang signifikan atau resesi dapat menyebabkan perusahaan mengalami financial distress jenis ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Legal Bankruptcy<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Legal bankruptcy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi di mana perusahaan secara resmi dinyatakan pailit oleh pengadilan. Ini terjadi ketika perusahaan tidak lagi mampu membayar utangnya dan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melanjutkan operasional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Bankruptcy Insolvency<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bankruptcy insolvency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bentuk paling parah dari financial distress, di mana perusahaan tidak hanya tidak mampu membayar utangnya, tetapi juga tidak memiliki nilai aset yang cukup untuk dilikuidasi guna melunasi utang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/kenapa-negara-bisa-bangkrut\"><b>Kenapa Suatu Negara Bisa Bangkrut? Ini Penyebabnya!<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tanda-Tanda Perusahaan Mengalami <\/b><b><i>Financial Distress<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda-tanda perusahaan mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keparahannya. Setiap kategori memiliki implikasi dan tindakan yang berbeda-beda untuk mengatasi situasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kategori A (Tingkat Sangat Tinggi dan Benar-benar Membahayakan)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika perusahaan masuk dalam kategori A, ini menunjukkan bahwa kondisi financial distress sudah sangat serius dan mengancam kelangsungan perusahaan. Pada tingkat ini, perusahaan berpotensi dinyatakan pailit atau bangkrut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan perlu melaporkan status keuangan buruknya kepada pihak berwenang, bahkan mungkin harus melibatkan pengadilan untuk menangani situasi ini. Seluruh urusan perusahaan mungkin harus diserahkan kepada pihak luar untuk diatasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kategori B (Tingkat Tinggi dan Dianggap Berbahaya)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori B menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi risiko yang signifikan terkait financial distress. Di sini, perusahaan perlu mencari solusi konkret untuk menyelamatkan aset-asetnya. Pertimbangan dilakukan terhadap aset yang akan dijual dan yang akan dipertahankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan strategis seperti merger atau akuisisi juga perlu dipertimbangkan, meskipun dampaknya harus dipahami dengan jelas. Pada tingkat ini, dampak yang mungkin timbul antara lain adalah pengurangan jumlah karyawan melalui PHK atau pensiun dini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kategori C (Tingkat Sedang dan Dianggap Masih Bisa Menyelamatkan Diri)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perusahaan berada dalam kategori C, masih ada peluang untuk memperbaiki situasi. Perusahaan perlu melakukan perombakan dalam kebijakan dan manajemen yang telah diterapkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin perusahaan perlu merekrut tenaga ahli baru dengan kompetensi yang tinggi untuk mengambil alih posisi strategis. Tujuannya adalah untuk mengendalikan situasi dan mengembalikan perusahaan ke jalur keuntungan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kategori D (Tingkat Rendah)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kategori D, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dianggap rendah dan bersifat sementara. Fluktuasi finansial terjadi karena berbagai faktor eksternal dan internal. Namun, perusahaan masih memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah ini dengan cepat dan efektif. Keputusan yang kurang tepat mungkin menjadi penyebab, tetapi dampaknya dapat diatasi dengan langkah-langkah yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Penyebab Terjadinya <\/b><b><i>Financial Distress<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada suatu perusahaan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor yang beragam. Berikut ulasan lengkapnya!<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Perencanaan Bisnis Kurang Baik<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya perencanaan bisnis yang matang dapat menyebabkan perusahaan menghadapi financial distress. Ketika perusahaan tidak memiliki strategi yang jelas atau mengabaikan risiko potensial, mereka berisiko menghadapi kesulitan finansial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Struktur Modal Terlalu Berisiko<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki struktur modal yang terlalu banyak mengandung utang dapat menjadi beban berat bagi perusahaan, terutama jika suku bunga tiba-tiba naik atau pendapatan turun. Ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam membayar bunga utang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Arus Kas Bermasalah<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arus kas yang tidak stabil atau negatif dapat menyebabkan masalah likuiditas yang serius. Perusahaan mungkin tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya meskipun memiliki aset yang cukup.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kerugian Secara Operasional<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perusahaan mengalami kerugian secara operasional dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat menggerus modal dan menyebabkan financial distress.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/resesi-ekonomi\"><b>Peluang Resesi Ekonomi di 2023 dan Solusinya, Indonesia Aman?<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Cara Mengatasi <\/b><b><i>Financial Distress<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah yang tepat dan tepat waktu. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evaluasi Kondisi Keuangan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perusahaan perlu melakukan analisis mendalam terhadap kondisi keuangan mereka untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Renegosiasi Utang:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Berbicara dengan kreditur untuk merenegoisasi ketentuan utang, seperti jangka waktu pembayaran atau suku bunga, dapat membantu mengurangi beban finansial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Efisiensi Operasional:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memperbaiki efisiensi operasional dapat membantu mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penjualan Aset Tidak Penting:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menjual aset yang tidak penting atau tidak strategis dapat membantu memperbaiki likuiditas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memperbaiki Struktur Modal:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Merestrukturisasi struktur modal dengan mengurangi utang atau mengajukan kapitalisasi tambahan dapat membantu mengurangi risiko finansial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meremajakan Bisnis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mengidentifikasi peluang baru atau melakukan inovasi bisnis dapat membantu mengembalikan pertumbuhan dan keuntungan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial distress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat terjadi pada perusahaan dengan berbagai penyebab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan keuangan yang baik, perencanaan bisnis yang matang, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar adalah kunci untuk menghindari dan mengatasi financial distress.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, perusahaan dapat mengatasi tantangan ini dan memastikan kelangsungan operasional jangka panjang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia bisnis penuh dengan tantangan dan risiko. Salah satu risiko yang dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan adalah financial distress. Bizhare akan membahas secara mendalam mengenai pengertian financial distress, jenis-jenisnya, tanda-tanda yang mengindikasikan perusahaan mengalami financial distress, hingga cara mengatasinya. &nbsp; Pengertian Financial Distress &nbsp; Financial distress adalah kondisi di mana keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":5359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[194],"tags":[79,202,251],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Financial Distress: Pengertian, Jenis, &amp; Penyebabnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &amp; Penyebabnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-17T11:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-14T09:22:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Thumbnail_Artikel-Media_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &#038; Penyebabnya\",\"datePublished\":\"2023-09-17T11:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-14T09:22:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\"},\"wordCount\":947,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Bisnis\",\"Tips Keuangan\",\"Info Keuangan\"],\"articleSection\":[\"Keuangan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\",\"name\":\"Financial Distress: Pengertian, Jenis, & Penyebabnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-09-17T11:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-14T09:22:47+00:00\",\"description\":\"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &#038; Penyebabnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, & Penyebabnya","description":"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, & Penyebabnya","og_description":"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2023-09-17T11:00:35+00:00","article_modified_time":"2023-09-14T09:22:47+00:00","og_image":[{"width":1350,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0906_Thumbnail_Artikel-Media_Financial-Distress-Pengertian-Jenis-Penyebabnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &#038; Penyebabnya","datePublished":"2023-09-17T11:00:35+00:00","dateModified":"2023-09-14T09:22:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress"},"wordCount":947,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Bisnis","Tips Keuangan","Info Keuangan"],"articleSection":["Keuangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress","name":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, & Penyebabnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2023-09-17T11:00:35+00:00","dateModified":"2023-09-14T09:22:47+00:00","description":"Financial distress adalah kondisi di mana keuangan perusahaan tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-distress#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Financial Distress: Pengertian, Jenis, &#038; Penyebabnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5357"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5361,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5357\/revisions\/5361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}