{"id":3143,"date":"2023-04-15T12:00:11","date_gmt":"2023-04-15T05:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=3143"},"modified":"2023-04-13T09:20:19","modified_gmt":"2023-04-13T02:20:19","slug":"risk-averse","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse","title":{"rendered":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko"},"content":{"rendered":"<span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3144\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"999\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-scaled.webp 2560w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-500x195.webp 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-1024x400.webp 1024w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-768x300.webp 768w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-1536x600.webp 1536w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/MEDIA_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko-2048x799.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang manusia pasti sering mengalami ketakutan dan kekhawatiran. Dalam dunia investasi, perasaan ini sering disebut sebagai <\/span><b><i>risk averse<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Konsepnya sederhana, yaitu ketidaknyamanan yang dirasakan seseorang terhadap risiko. Alhasil, mereka cenderung main aman saat berinvestasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu <\/b><b><i>Risk Averse<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Risk averse <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sikap atau perilaku seseorang yang cenderung menghindari risiko atau ketidakpastian dalam keputusan investasi. Mereka akan menghindari segala jenis kerugian, bahkan jika hal tersebut berarti pengurangan potensi keuntungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, seorang investor yang menganut prinsip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan memilih investasi yang lebih stabil dan aman, meskipun keuntungannya relatif kecil dibandingkan dengan investasi yang lebih berisiko. Contohnya seperti rekening tabungan, obligasi tertentu, hingga sertifikat deposito.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebalikan dari investor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah investor <\/span><b><i>risk seeker<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu investor yang lebih suka memilih instrumen investasi berisiko tinggi dan mampu memberi potensi keuntungan sama besarnya. Beberapa contohnya seperti reksadana saham, reksadana campuran, dan saham.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada lagi jenis investor yakni <\/span><b><i>risk neutral<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Perbedaannya, investor yang menganut prinsip ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara risiko yang mungkin terjadi dengan pendapatan yang diterima. Dengan kata lain, mereka mau menerima risiko tapi tidak sebesar seorang investor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk seeker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Karakteristik <\/b><b><i>Risk Averse<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa karakteristik dari seorang investor yang menganut prinsip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebagai berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung memilih investasi yang stabil dan aman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menghindari risiko dan ketidakpastian dalam investasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, mereka tidak memilih investasi dengan potensi keuntungan tinggi yang diimbangi dengan risiko yang tinggi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih suka <\/span><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/investasi-jangka-pendek\"><b>investasi jangka pendek<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memberikan keuntungan tetap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka cenderung berinvestasi dalam instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham dengan kinerja yang stabil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Dampak <\/b><b><i>Risk Averse<\/i><\/b><b> pada Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang investor jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ternyata dapat membawa dampak signifikan terhadap keputusan investasi dan kondisi keuangan mereka. Berikut ulasan selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Keterbatasan potensi keuntungan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor jenis ini cenderung memilih investasi dengan potensi keuntungan yang lebih rendah dibandingkan investasi yang berisiko tinggi. Hal tersebut dapat mengurangi potensi keuntungan dalam jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Diversifikasi investasi yang lebih terbatas<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor jenis ini cenderung memilih investasi yang lebih stabil dan aman. Hal ini dapat membuat diversifikasi portofolio investasi menjadi lebih terbatas dan kurang optimal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Tidak mampu menangani fluktuasi pasar<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung tidak nyaman dengan fluktuasi pasar yang tinggi. Hal ini dapat membuat mereka lebih mudah panik dan menjual investasi mereka saat harga turun, bahkan jika keputusan tersebut tidak rasional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Strategi Investasi dengan Metode <\/b><b><i>Risk Averse<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin berinvestasi dengan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda harus memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah atau minimal. Berikut adalah beberapa opsi investasi aman yang layak dipilih.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Simpanan Tabungan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simpanan tabungan di bank merupakan opsi yang aman untuk menyimpan uang dengan suku bunga mendekati 1%. Beberapa perusahaan perbankan bahkan menawarkan imbal hasil tahunan hingga 2%. Keuntungan lain dari simpanan tabungan adalah nasabah dapat mengakses uang mereka kapan saja, suku bunga terjamin, tetapi dapat berubah seiring waktu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Rekening Pasar Uang<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekening pasar uang adalah gabungan dari tabungan dan rekening giro yang memberikan bunga dengan tingkat yang lebih tinggi daripada simpanan tabungan. Rekening pasar uang biasanya memiliki batasan jumlah dana yang dapat ditarik setiap bulannya, serta syarat saldo minimum yang lebih tinggi dari tabungan biasa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Obligasi Korporasi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan juga meluncurkan produk obligasi untuk mengumpulkan modal guna mendanai proyek atau pertumbuhan bisnis. Walaupun tidak ada jaminan seperti obligasi pemerintah, jenis obligasi ini masih memiliki risiko rendah jika memilih perusahaan dengan peringkat AAA dari lembaga pemeringkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Saham Dividen<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun semua produk saham memiliki risiko, saham dividen memberikan keuntungan yang lebih aman. Saham dividen merupakan saham dari perusahaan yang memberikan dividen kepada pemilik saham setiap tahun. Pemberian dividen tersebut dapat membantu investor dalam mengimbangi risiko kerugian dan meningkatkan peluang keuntungan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Sertifikat Deposito<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sertifikat deposito merupakan produk keuangan dari bank yang cocok untuk investor jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan menyetor dana tertentu dan membiarkannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan, pihak bank akan mengembalikan modal beserta bunganya. Tingkat suku bunga yang diberikan juga lebih tinggi daripada tabungan biasa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tips Mengatasi <\/b><b><i>Risk Averse<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Mempelajari Risiko Investasi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara untuk mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan mempelajari risiko yang terlibat dalam investasi atau keputusan finansial lainnya. Semakin banyak Anda tahu tentang risiko investasi, semakin mudah bagi Anda untuk mengambil keputusan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Diversifikasi Investasi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diversifikasi instrumen aset dapat membantu mengurangi risiko investasi. Dengan membagi investasi Anda di berbagai aset, risiko yang dihadapi jadi terminimalisir. Alhasil, keuntungan tetap bisa tergali dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/diversifikasi-investasi\"><b>Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Keberhasilan Finansial Anda<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Memiliki Tujuan Keuangan Jangka Panjang<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki tujuan keuangan jangka panjang dapat membantu Anda mempertahankan fokus pada investasi. Selain itu, tujuan ini dapat menghindari keputusan yang didorong oleh emosi semata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Menentukan Toleransi Risiko<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk menentukan toleransi risiko sebelum melakukan investasi atau keputusan finansial lainnya. Hal ini dapat membantu menghindari risiko yang tidak sesuai dengan profil Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risiko-investasi\"><b>Risiko Investasi: Pengertian dan Cara Meminimalisirnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Konsultasi dengan <\/b><b><i>Financial Advisor<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika merasa kesulitan dalam mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda dapat mencari bantuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial advisor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka dapat membantu menentukan profil risiko dan memberikan saran tentang cara mengelola risiko yang sesuai dengan profil risiko Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/financial-advisor\"><b>7 Tips Memilih Financial Advisor yang Tepat Sesuai Kebutuhan<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah konsep penting dalam dunia keuangan. Metode ini mampu memengaruhi keputusan finansial yang diambil dan bahkan dapat menghambat pertumbuhan keuangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti mempelajari risiko, diversifikasi investasi, memiliki tujuan keuangan jangka panjang, menentukan toleransi risiko, dan konsultasi dengan profesional keuangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk averse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mengambil tindakan yang tepat, Anda dapat mengelola risiko Anda dan mencapai tujuan keuangan Anda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\">4<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span> &nbsp; Seorang manusia pasti sering mengalami ketakutan dan kekhawatiran. Dalam dunia investasi, perasaan ini sering disebut sebagai risk averse. Konsepnya sederhana, yaitu ketidaknyamanan yang dirasakan seseorang terhadap risiko. Alhasil, mereka cenderung main aman saat berinvestasi. \u00a0 Apa Itu Risk Averse? &nbsp; Risk averse adalah sikap atau perilaku seseorang yang cenderung menghindari risiko atau ketidakpastian dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":3145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[195],"tags":[73,256,333],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-15T05:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-04-13T02:20:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/THUMBNAIL_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bizhare Contributor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\"},\"author\":{\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\"},\"headline\":\"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko\",\"datePublished\":\"2023-04-15T05:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-13T02:20:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\"},\"wordCount\":936,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Tips Investasi\",\"Info Investasi\",\"Risk Averse\"],\"articleSection\":[\"Investasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\",\"name\":\"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-04-15T05:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-13T02:20:19+00:00\",\"description\":\"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3\",\"name\":\"Bizhare Contributor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bizhare Contributor\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko","description":"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko","og_description":"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2023-04-15T05:00:11+00:00","article_modified_time":"2023-04-13T02:20:19+00:00","og_image":[{"width":1350,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/THUMBNAIL_Artikel-Media_Risk-Averse-Strategi-Investasi-Minim-Risiko.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bizhare Contributor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bizhare Contributor","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse"},"author":{"name":"Bizhare Contributor","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3"},"headline":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko","datePublished":"2023-04-15T05:00:11+00:00","dateModified":"2023-04-13T02:20:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse"},"wordCount":936,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Tips Investasi","Info Investasi","Risk Averse"],"articleSection":["Investasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse","name":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2023-04-15T05:00:11+00:00","dateModified":"2023-04-13T02:20:19+00:00","description":"Risk averse adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari risiko atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan finansial.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/investasi\/risk-averse#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Risk Averse: Strategi Investasi Minim Risiko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/6ebe39b98d110ef65b63868496064fb3","name":"Bizhare Contributor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ede0c1e3649dbc3a108476777b70d6d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bizhare Contributor"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/bizhare-contributor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3143"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3147,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143\/revisions\/3147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}