{"id":10432,"date":"2026-09-28T16:19:37","date_gmt":"2026-09-28T09:19:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?p=10432"},"modified":"2026-09-28T16:19:37","modified_gmt":"2026-09-28T09:19:37","slug":"mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","title":{"rendered":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span><p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10433 size-full\" src=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Banner-Artikel-06.jpg\" alt=\"Bingung Keuangan\" width=\"1012\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Banner-Artikel-06.jpg 1012w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Banner-Artikel-06-500x195.jpg 500w, https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Banner-Artikel-06-768x300.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1012px) 100vw, 1012px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda menatap satu saham atau aset di portofolio yang kinerjanya kian memburuk, namun terasa berat untuk menjualnya? Secara logika, Anda tahu fundamentalnya sudah melemah dan prospeknya tidak lagi menarik. Namun tetap saja, ada suara kecil di kepala yang berkata \u201cSayang kalau dilepas sekarang,\u201d atau \u201cTunggu sebentar lagi, siapa tahu naik.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, ketika seorang teman bertanya apakah ia sebaiknya membeli aset yang sama di harga saat ini, jawaban Anda mungkin justru tegas \u201cJangan. Itu aset yang buruk.\u201d Mengapa standar penilaian bisa berbeda? Mengapa aset yang sama terlihat tidak layak saat dimiliki orang lain, tetapi terasa berharga ketika sudah berada di tangan kita sendiri? Fenomena ini bukan soal kesetiaan atau optimisme. Ini adalah jebakan psikologis yang dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endowment Effect.<\/span><\/i><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Apa itu <\/b><b><i>Endowment Effect<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endowment effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki. Nilai yang dirasakan tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh kualitas, risiko, atau prospek ke depan, melainkan oleh status kepemilikan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks investasi, kepemilikan menciptakan keterikatan emosional. Semakin lama sebuah aset berada di dalam portofolio, semakin besar kecenderungan kita untuk memaklumi kinerjanya yang buruk atau menunda keputusan sulit untuk melepasnya. Aset tersebut tidak lagi diperlakukan sebagai keputusan investasi, melainkan sebagai sesuatu yang \u201csudah terlanjur dimiliki.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang membuat penilaian menjadi bias. Aset yang sama bisa dinilai secara rasional ketika belum dimiliki, tetapi berubah menjadi sulit dilepaskan setelah resmi masuk ke dalam portofolio. Endowment Effect tidak mengubah kualitas aset itu sendiri, namun mengubah cara kita memandang aset tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Bahaya <\/b><b><i>Endowment Effect<\/i><\/b><b> dalam Investasi<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya utama dari bias ini adalah hilangnya objektivitas. Dalam investasi, objektivitas adalah fondasi utama. Pasar tidak peduli siapa Anda, berapa lama Anda memegang suatu aset, atau seberapa besar harapan yang pernah Anda sematkan padanya. Harga bergerak murni berdasarkan penawaran dan permintaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">endowment effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengambil alih, Anda berhenti menilai aset berdasarkan performa dan prospek kedepannya. Anda mulai menilainya secara emosional, seperti harga yang Anda bayar untuk membeli aset tersebut, atau berapa lama aset tersebut telah Anda miliki. Hal ini menciptakan standar ganda yang berbahaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda enggan menjual aset buruk karena merasa nilainya \u201clebih tinggi\u201d dari harga pasar. Akibatnya, dana Anda terkunci pada aset yang kualitasnya menurun. Semakin lama dibiarkan, semakin besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">opportunity cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang Anda tanggung karena modal tersebut tidak dialihkan ke peluang yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan Anda.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/keuangan\/kapan-cut-loss-perlu-dilakukan?\">Kapan Cut Loss Perlu Dilakukan?<\/a><\/span><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Contoh <\/b><b><i>Endowment Effect<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan Anda membeli sebuah saham di harga Rp1.000 setelah analisis yang matang. Fundamental solid, pertumbuhan konsisten, dan valuasinya masuk akal pada saat itu. Keputusan tersebut rasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua tahun kemudian, situasinya berubah. Industri mulai melambat, keunggulan kompetitif perusahaan tergerus, dan prospek pertumbuhannya tidak lagi sekuat dulu. Saham kini diperdagangkan di Rp900. Masalahnya bukan pada penurunan harga. Masalahnya adalah cara Anda menilai aset tersebut. Jika hari ini Anda belum memiliki saham itu, dengan kondisi bisnis saat ini, apakah Anda masih akan membelinya di Rp900?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali jawabannya tidak. Namun karena saham itu sudah \u201cmilik Anda\u201d, standar penilaiannya berubah. Anda tidak lagi menilai berdasarkan masa depan, melainkan berdasarkan masa lalu. Harga beli, lamanya kepemilikan, dan cerita awalnya terasa lebih penting daripada realitas terbaru. Inilah endowment effect bekerja. Aset yang sama dinilai lebih tinggi hanya karena sudah berada di tangan Anda. Akibatnya, keputusan menjual tertunda, bukan karena prospeknya membaik, tetapi karena keterikatan emosional yang tidak relevan dengan kinerja ke depan.<\/span><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Menghindari Jebakan <\/b><b><i>Endowment Effect<\/i><\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><b>Tanyakan Diri Sendiri<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika saya belum memiliki aset ini hari ini, apakah saya akan membelinya di harga sekarang?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika jawabannya tidak, maka kepemilikan Anda saat ini adalah satu-satunya alasan aset tersebut masih bertahan di portofolio.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pisahkan Keputusan Beli dan Tahan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan membeli dibuat di masa lalu, dengan informasi masa lalu. Keputusan menahan harus dibuat hari ini, dengan kondisi terbaru. Menggabungkan keduanya hanya akan mengaburkan penilaian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><b>Ambil Keputusan berdasarkan Data<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapkan kriteria jelas seperti pertumbuhan laba, posisi kompetitif, atau perubahan fundamental. Jika kriteria ini sudah tidak terpenuhi, perasaan pribadi tidak seharusnya menjadi pembela aset tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><b>Perlakukan Semua Aset Sama<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara berkala, perlakukan aset yang sudah lama Anda pegang seolah-olah Anda sedang mempertimbangkannya untuk pertama kali. Ini membantu memutus keterikatan emosional yang tidak produktif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/berita\/diversifikasi-portofolio-umkm-lewat-securities-crowdfunding?\">Diversifikasi Portofolio di UMKM<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><b>Sadari Menjual Bukan Berarti Gagal<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melepas aset bukanlah pengakuan salah, melainkan bentuk disiplin. Kesalahan sebenarnya adalah mempertahankan aset yang tidak lagi sejalan dengan tujuan keuangan Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endowment effect <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengingatkan satu hal penting dalam investasi: kepemilikan tidak pernah menjadi alasan kuat untuk mempertahankan sebuah aset buruk. Pasar tidak memberi nilai lebih hanya karena Anda sudah memegangnya lebih lama atau memiliki cerita emosional di baliknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Portofolio yang sehat bukan dibangun dari kesetiaan pada aset, melainkan dari disiplin dalam mengevaluasi ulang keputusan. Setiap aset harus terus \u201cmembuktikan diri\u201d layak berada di sana. Pada akhirnya, investor yang bertahan bukanlah mereka yang paling sabar memegang aset apa pun, tetapi mereka yang paling jujur menilai kapan sebuah aset sudah tidak lagi pantas dimiliki.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\"><\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">menit baca<\/span><\/span>Pernahkah Anda menatap satu saham atau aset di portofolio yang kinerjanya kian memburuk, namun terasa berat untuk menjualnya? Secara logika, Anda tahu fundamentalnya sudah melemah dan prospeknya tidak lagi menarik. Namun tetap saja, ada suara kecil di kepala yang berkata \u201cSayang kalau dilepas sekarang,\u201d atau \u201cTunggu sebentar lagi, siapa tahu naik.\u201d &nbsp; Anehnya, ketika seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":10513,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[198],"tags":[563,566],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.5.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bizhare Media\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-28T09:19:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Thumbnail-Artikel-05-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nora Jasmine\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nora Jasmine\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\"},\"author\":{\"name\":\"Nora Jasmine\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/eb6a0448634c9b48e22dbbb4fcb03721\"},\"headline\":\"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi\",\"datePublished\":\"2026-09-28T09:19:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T09:19:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\"},\"wordCount\":828,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"keywords\":[\"Investasi\",\"endowment effect\"],\"articleSection\":[\"Mindset\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\",\"name\":\"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-28T09:19:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T09:19:37+00:00\",\"description\":\"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization\",\"name\":\"Bizhare Media\",\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\",\"caption\":\"Bizhare Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/eb6a0448634c9b48e22dbbb4fcb03721\",\"name\":\"Nora Jasmine\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/782ccd6bf9fe013d0151dc3a00e64f61?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/782ccd6bf9fe013d0151dc3a00e64f61?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nora Jasmine\"},\"url\":\"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/nora-jasmine\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media","description":"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media","og_description":"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.","og_url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","og_site_name":"Bizhare Media","article_published_time":"2026-09-28T09:19:37+00:00","og_image":[{"width":1350,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/AWR-SEO-16-Thumbnail-SEO-Article-Mengenali-Endowment-Effect-dalam-Investasi_Thumbnail-Artikel-05-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nora Jasmine","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nora Jasmine","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi"},"author":{"name":"Nora Jasmine","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/eb6a0448634c9b48e22dbbb4fcb03721"},"headline":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi","datePublished":"2026-09-28T09:19:37+00:00","dateModified":"2026-09-28T09:19:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi"},"wordCount":828,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"keywords":["Investasi","endowment effect"],"articleSection":["Mindset"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi","name":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi - Bizhare Media","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website"},"datePublished":"2026-09-28T09:19:37+00:00","dateModified":"2026-09-28T09:19:37+00:00","description":"Endowment effect merupakan bias psikologis yang membuat seseorang menilai suatu aset lebih tinggi hanya karena aset tersebut sudah dimiliki.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/mindset\/mengenali-endowment-effect-dalam-investasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenali Endowment Effect dalam Investasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#website","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","name":"Bizhare Media","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#organization","name":"Bizhare Media","url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"","contentUrl":"","caption":"Bizhare Media"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/eb6a0448634c9b48e22dbbb4fcb03721","name":"Nora Jasmine","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/782ccd6bf9fe013d0151dc3a00e64f61?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/782ccd6bf9fe013d0151dc3a00e64f61?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nora Jasmine"},"url":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/author\/nora-jasmine"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10432"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10432"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10515,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10432\/revisions\/10515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bizhare.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}